56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kondisi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Blembem di Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul, Kamis (17/11/2022) / Harian Jogja- David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Atap ruang kelas 2 di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Blembem di Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul ambruk, Kamis (17/11/2022) sekitar pukul 07.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seorang siswa dilaporkan mengalami luka ringan di bagian tangan kiri.
AD,8, siswa yang menjadi korban runtuhnya atap ruang sekolah mengatakan, sebelum peristiwa pelajaran sekolah berjalan seperti biasa. Pada jam pertama belajar, ada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Namun demikian, sambung dia, di tengah-tengah belajar tiba-tiba terdengar suara kretek-kretek dari atas. Tak berselang lama banyak genteng yang jatuh dan diikuti ambruknya tiang penyangga atap.
“Saya lemas tidak bisa bergerak pada saat kejadian. Tapi, untuknya bisa selamat,” katanya kepada wartawan, Kamis (17/11/2022).
Ia mengaku mengalami luka memar di tangan bagian kanan. Meski demikian, ia masih bisa beraktivitas seperti biasa.
“Tadi juga sudah diperiksa terkait dengan memar di tangan,” katanya.
Kepala MIM Blembem, Subardi mengatakan, total ada 15 murid di kelas 2. Pada saat kejadian seluruh siswa masuk, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Memang ada satu siswa yang luka ringan, tapi kondisinya sudah membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Menurut dia, atap yang ambruk terjadi karena kayu penyangga sudah lapuk. Terlebih lagi sejak dibangun pertama kali di 1984, hingga sekarang belum ada perbaikan.
“Untungnya tiang penyangga yang satunya masih di atas sehingga posisinya mirik dan tidak ambruk secara keseluruhan,” katanya.
Disinggung mengenai kondisi keamanan bangunan, Subardi mengaku sudah melakukan pengecekan. Namun, kondisi yang dirasakan butuh perbaikan ada di gedung sisi timur, karena kondisi tembok agak miring.
“Sudah ada perbaikan dari bantuan dana afirmasi. Tapi, ternyata kejadian malah ada peristiwa ambruk di ruangan di sisi barat,” katanya.
Terkait dengan proses pembelajaran sekolah, Subardi mengatakan, pasca-ambruknya atap di ruang kelas 2, seluruh siswa sudah dipulangkan. Rencananya pembelajaran dirumah berlangsung hingga Sabtu (19/11/2022).
“Kebetulan bersamaan dengan adanya milad Muhammadiyah. Jadi, siswa diliburkan untuk belajar di rumah masing-masing,” katanya.
Untuk kelanjutan belajar mengajar di kelas yang ambruk, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Candirejo. Koordinasi dilakukan guna meminta izin menggunakan bekas gedung SD Negeri Candirejo 2 yang telah digabung ke sekolah lain.
“Kebetulan sudah tidak terpakai. Jadi, ingin kami gunakan untuk pembelajaran sementara bagi kelas 2,3 dan 4,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.