Gelar FKP, Disdikpora Bantul Siapkan Standar Layanan Peminjaman Stadion
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo telah menyusun rancangan Daerah Pemilihan (Dapil) dalam penataan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk pemilu 2024 mendatang.
Dari usulan rancangan tersebut ada tiga alternatif Dapil yang di pemilu 2024.
Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah mengatakan tiga alternatif Dapil merupakan hasil seminar yang bertajuk evaluasi Dapil 2019 untuk penyusunan Dapil 2024, beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan beberapa rancangan Dapil berdasarkan hasil dari rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan di Kulonprogo.
“Penyusunan dapil dan alokasi kursi mengacu pada SK KPU RI Nomor 457 yaitu jumlah penduduk Kulonprogo 443.361 jiwa dan alokasi kursi 40 kursi,” kata Ibah, saat dihubungi Kamis (17/11/2022).
Namun demikian simulasi rancangan dapil tersebut nantinya akan diumumkan kepada masyarakat untuk menerima masukan.
"Setelah itu alternatif Dapil akan diuji publikkan dengan mengundang para pihak untuk kemudian hasil uji publik akan disampaikan ke KPU RI. KPU RI nanti yang memutuskan,” ujarnya.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo, Tri Mulatsih memaparkan ketiga simulasi rancangan alternatif Dapil tersebut, yakni Dapil 1 adalah dengan komposisi kapanewon yang sama dengan pemilu 2019 yaitu meliputi Kapanewon Temon, Wates, dan Panjatan.
Dapil 2 meliputi Kapanewon Kokap dan Pengasih; Dapil 3 meliputi Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, dan Girimulyo; Dapil 4 meliputi Kapanewon Nanggulan dan Sentolo, dan Dapil 5 meliputi Kapanewon Galur dan Lendah.
“Mengacu pada jumlah alokasi kursi jika dibandingkan dengan pemilu 2019 terdapat penambahan satu kursi di Dapil 1 dan pengurangan satu kursi di Dapil 3. Sehingga komposisi alokasi kursi dengan simulasi yang baru berturut turut 11, 8, 7,7,7,” paparnya.
Sementara alternatif kedua adalah adanya perubahan di Dapil 1 dan Dapil 5. Dapil 1 yang awalnya Temon, Wates, dan Panjatan, menjadi Temon dan Wates. Kemudian Dapil 5 menjadi Panjatan, Galur, dan Lendah.
Menurutnya, pertimbangan alternatif tersebut didasari dengan upaya menjaga proporsionalitas alokasi kursi antar-dapil supaya lebih seimbang, sehingga memindahkan Panjatan ke Dapil Galur dan Lendah.
“Di sisi lain juga dengan pertimbangan Kapanewon Temon yang sedang berkembang menuju kota metropolitan. Dengan Dapil 1 Temon dan Wates maka alokasi kursi yang awalnya 11 menjadi tujuh dan Dapil 5 yang awalnya tujuh menjadi 10,” ucapnya.
Adapun alternatif ketiga adalah terkait dengan perubahan besar besaran dalam komposisi dapil, yakni perubahan lima dapil menjadi enam dapil, sehingga komposisinya adalah Dapil 1 meliputi Temon dan Wates; Dapil 2 meliputi Kokap dan Pengasih; Dapil 3 meliputi Girimulyo dan Nanggulan; Dapil 4 meliputi Samigaluh dan Kalibawang; dan Dapil 6 meliputi Galur dan Lendah.
“Di luar itu dalam forum tersebut masih muncul juga usulan penataan Dapil dengan alternatif lain,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bayern Munich ditahan Borussia Dortmund 2-2 dalam Der Klassiker. Fabio Silva menjadi penentu setelah gol Konrad Laimer dan Upamecano.
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Kadin melaporkan investasi domestik hampir Rp2.000 triliun.
Penambang pasir Sungai Progo berharap pemerintah menerbitkan Rekomtek pompa mekanik. PPRY juga menyalurkan 250 paket sembako di Gulurejo.