Wagub DIY Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga
Wagub DIY Paku Alam X mendorong pencegahan kekerasan seksual menjadi bagian dari pembinaan dan perlindungan atlet di lingkungan olahraga.
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Meski magnitudonya tidak besar, gempa yang dipicu Sesar Cimandiri ini memiliki daya rusak yang kuat.
Pakar geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Wahyu Wilopo mengatakan gempa yang terjadi di Cianjur memiliki kemiripan dengan gempa DIY dan Jawa Tengah 2006 silam. Menurutnya gempa yang diakibatkan sesar cimandiri menyebabkan kerusakan yang sangat besar karena terletak di darat dengan kedalaman yang dangkal.
Semakin dekat lokasi pusat gempa dengan permukiman, semakin besar tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Kerusakan juga dipengaruhi oleh magnitudo, durasi gempa, jenis tanah maupun batuan, dan kekuatan bangunan.
"Sesar Cimandiri menyebabkan kerusakan yang sangat besar karena terletak di darat dengan kedalaman yang dangkal seperti gempa Jogja tahun 2006," ungkapnya kepada Harianjogja.com, Selasa (22/11/2022).
Dia menjelaskan suatu daerah yang punya sejarah kegempaan bisa diguncang lindu lagi. Secara umum, semakin lama gempa Bumi terjeda, magnitudonya akan semakin besar ketika muncul lagi.
Akan tetapi sampai saat ini, kata Wahyu, belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa Bumi akan terjadi secara tepat. "Ada potensi terjadi lagi. Bila suatu daerah pernah mengalami gempa, suatu saat akan terjadi gempa kembali."
Menurutnya, zona patahan aktif idealnya tidak digunakan sebagai permukiman atau pusat pengembangan ekonomi. Daerah yang dekat dengan zona tersebut masih mungkin dikembangkan dengan menerapkan konstruksi bangunan tahan gempa yang tepat.
Di DIY, wilayah yang seharusnya tidak dibangun permukiman adalah di zona patahan Opak. Memang sampai saat ini belum ada penelitian detail tentang hal tersebut. Ini merupakan tantangan semua pihak, khususnya akademisi.
"Lokasinya tidak selalu sama dengan Kali Opak. Cuma namanya diambil sama karena sebagian zona patahan ini berkembang menjadi Sungai Opak," jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, diperlukan adanya tata ruang yang memperhatikan informasi geologi dan ancaman bencana, terutama patahan aktif yang berada di daratan. Selain itu perlu adanya perkuatan bangunan tahan gempa mendasarkan tingkat ancaman gempanya.
"Serta penguatan pemahaman dan respon masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi."
Dia menjelaskan Sesar Cimandiri merupakan patahan geser aktif yang terletak di Jawa Barat. Sesar Cimandiri mempunyai panjang kurang lebih 100 kilometer mulai dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Sukabumi mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, dan Subang.
Daerah yang dilewati sesar ini rawan akan gempa Bumi. Sesar ini bergerak dengan kecepatan geser 4-6 milimeter per tahun. Di Sukabumi, sesar ini terbagi menjadi lima segmen, yaitu segmen Cimandiri Pelabuhan Ratu-Citarik, Citarik-Cadas Malang, Cibeureum-Cirampo, Cirampo-Pegleseran, dan Pegleseran-Gandasoli.
"Sesar Cimandiri tergolong sebagai sesar aktif, dan merupakan salah satu sumber gempa bumi yang terletak di darat."
Hal senada disampaikan Staf Ahli Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, Djati Mardiatno. Menurutnya gempa Bumi yang dihasilkan di Cianjur adalah tipe gempa Bumi di darat dan dangkal. Kedalamannya kurang dari 10 kilometer.
"Walaupun kekuatan gempa Bumi tidak terlalu besar, magnitudo 5,6, tetapi karena terjadi di darat dan dangkal, daya rusaknya menjadi besar," kata Djati.
Dia menjelaskan karakteristik lokasi yang rawan gempa Bumi dapat diidentifikasi dengan melihat adanya morfologi berupa kelurusan, yang dihasilkan oleh adanya sesar yang terbentuk di daerah tersebut. Identifikasi lain bisa dilihat melalui sejarah kegempaan di daerah tersebut.
"Daerah yang dilalui oleh jalur sesar tersebut dan sekitarnya, antara lain Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Purwakarta."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wagub DIY Paku Alam X mendorong pencegahan kekerasan seksual menjadi bagian dari pembinaan dan perlindungan atlet di lingkungan olahraga.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.