DIY dan Melbourne Symphony Orchestra Rayakan 10 Tahun Kolaborasi Seni
DIY dan Melbourne Symphony Orchestra merayakan 10 tahun kolaborasi lewat rangkaian seni yang berpuncak pada konser 16 Juli 2026.
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Meski magnitudonya tidak besar, gempa yang dipicu Sesar Cimandiri ini memiliki daya rusak yang kuat.
Pakar geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Wahyu Wilopo mengatakan gempa yang terjadi di Cianjur memiliki kemiripan dengan gempa DIY dan Jawa Tengah 2006 silam. Menurutnya gempa yang diakibatkan sesar cimandiri menyebabkan kerusakan yang sangat besar karena terletak di darat dengan kedalaman yang dangkal.
Semakin dekat lokasi pusat gempa dengan permukiman, semakin besar tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Kerusakan juga dipengaruhi oleh magnitudo, durasi gempa, jenis tanah maupun batuan, dan kekuatan bangunan.
"Sesar Cimandiri menyebabkan kerusakan yang sangat besar karena terletak di darat dengan kedalaman yang dangkal seperti gempa Jogja tahun 2006," ungkapnya kepada Harianjogja.com, Selasa (22/11/2022).
Dia menjelaskan suatu daerah yang punya sejarah kegempaan bisa diguncang lindu lagi. Secara umum, semakin lama gempa Bumi terjeda, magnitudonya akan semakin besar ketika muncul lagi.
Akan tetapi sampai saat ini, kata Wahyu, belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa Bumi akan terjadi secara tepat. "Ada potensi terjadi lagi. Bila suatu daerah pernah mengalami gempa, suatu saat akan terjadi gempa kembali."
Menurutnya, zona patahan aktif idealnya tidak digunakan sebagai permukiman atau pusat pengembangan ekonomi. Daerah yang dekat dengan zona tersebut masih mungkin dikembangkan dengan menerapkan konstruksi bangunan tahan gempa yang tepat.
Di DIY, wilayah yang seharusnya tidak dibangun permukiman adalah di zona patahan Opak. Memang sampai saat ini belum ada penelitian detail tentang hal tersebut. Ini merupakan tantangan semua pihak, khususnya akademisi.
"Lokasinya tidak selalu sama dengan Kali Opak. Cuma namanya diambil sama karena sebagian zona patahan ini berkembang menjadi Sungai Opak," jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, diperlukan adanya tata ruang yang memperhatikan informasi geologi dan ancaman bencana, terutama patahan aktif yang berada di daratan. Selain itu perlu adanya perkuatan bangunan tahan gempa mendasarkan tingkat ancaman gempanya.
"Serta penguatan pemahaman dan respon masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi."
Dia menjelaskan Sesar Cimandiri merupakan patahan geser aktif yang terletak di Jawa Barat. Sesar Cimandiri mempunyai panjang kurang lebih 100 kilometer mulai dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Sukabumi mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, dan Subang.
Daerah yang dilewati sesar ini rawan akan gempa Bumi. Sesar ini bergerak dengan kecepatan geser 4-6 milimeter per tahun. Di Sukabumi, sesar ini terbagi menjadi lima segmen, yaitu segmen Cimandiri Pelabuhan Ratu-Citarik, Citarik-Cadas Malang, Cibeureum-Cirampo, Cirampo-Pegleseran, dan Pegleseran-Gandasoli.
"Sesar Cimandiri tergolong sebagai sesar aktif, dan merupakan salah satu sumber gempa bumi yang terletak di darat."
Hal senada disampaikan Staf Ahli Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, Djati Mardiatno. Menurutnya gempa Bumi yang dihasilkan di Cianjur adalah tipe gempa Bumi di darat dan dangkal. Kedalamannya kurang dari 10 kilometer.
"Walaupun kekuatan gempa Bumi tidak terlalu besar, magnitudo 5,6, tetapi karena terjadi di darat dan dangkal, daya rusaknya menjadi besar," kata Djati.
Dia menjelaskan karakteristik lokasi yang rawan gempa Bumi dapat diidentifikasi dengan melihat adanya morfologi berupa kelurusan, yang dihasilkan oleh adanya sesar yang terbentuk di daerah tersebut. Identifikasi lain bisa dilihat melalui sejarah kegempaan di daerah tersebut.
"Daerah yang dilalui oleh jalur sesar tersebut dan sekitarnya, antara lain Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Purwakarta."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY dan Melbourne Symphony Orchestra merayakan 10 tahun kolaborasi lewat rangkaian seni yang berpuncak pada konser 16 Juli 2026.
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 5.069 orang. Lebih dari 21.000 warga masih mengungsi, sementara pencarian korban terus berlangsung.
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal. Foto saat Messi memandikan Yamal pada 2007 kembali viral.
Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah. Harga ayam broiler naik 4,11 persen dalam sepekan, disusul telur ayam ras yang ikut menguat.
Pertamina meluncurkan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta dengan menghadirkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Sebanyak 208 Bhabinkamtibmas diterjunkan membantu pelacakan kasus TBC di Sragen. Dalam sebulan, 190 kontak erat pasien telah diperiksa.