Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Peringatan Hari Guru Nasional ke-77 di Gunungkidul berjalan meriah. Sedikitnya 8.000 guru mengikuti upacara peringatan di Lanud Gading, Playen, Jumat (25/11/2022).
Meski demikian, ada satu catatan yang belum bisa terselesaikan hingga sekarang. Kesejahteraan guru di Gunungkidul belum bisa diwujudkan karena masih ada yang digaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FGHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan, upaya menyejahterakan guru sudah dilakukan. Meski demikian, hingga saat ini masih ada guru honorer yang mendapatkan gaji di bawah standar upah yang layak.
Dia menjelaskan, untuk Guru Tidak Tetap (GTT) pengganti mendapatkan honor dari pemkab sekitar Rp800.000 per bulan. Sementara untuk GTT murni tergantung sekolah masing-masing, karena honor berasal dari dana BOS.
“Ada sekitar 100 GTT murni dan gajinya hanya kisaran Rp300.000-500.000 per bulan. Jelas, ini masih bawah dari UMK yang berlaku di Gunungkidul,” katanya.
Dia berharap ke depan GTT bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Memang bertahap prosesnya dan harapannya semua guru bisa masuk agar upaya menyejahterakan benar-benar terwujud,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, peringatan tahun ini sangat spesial karena diikuti ribuan guru mulai dari PAUD, hingga tingkat SMA sederajat. Adapun pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan meriah.
Menurut dia, ada hadian spesial dari Komandan Lanud dengan diterbangkan pesawat gantole yang membentangkan selamat hari guru dan hari PGRI.
BACA JUGA: Kawasan Karst Gunungkidul Diusulkan Dipangkas Hampir Separuh
“Hadiah ini diberikan karena komandan Lanud berasal dari keluarga guru. Sebab, dari tujuh bersaudara, enam diantaranya menjadi guru.
Nunuk berharap, guru di Gunungkidul bisa semangat dalam mendidik anak didiknya sehingga upaya mencerdaskan kehidupan bangsa benar-benar bisa diwujudkan. “Tentunya ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menjadi inspektur upacara peringatan Hari Guru Nasional. Ia menyampaikan pidato dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesa, Nadiem Makarim.
“Selama ini baru dilakukan hari ini ya (upacara diikuti ribuan guru). Luar biasa, saya berterimakasih kepada TNI Angkatan Udara yang mendukung acara ini,” kata Sunaryanta.
Hari Guru Nasional 2022 pada hari ini 25 November 2022 bertema "Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
KPK mengembangkan kasus korupsi Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dan menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.