Advertisement

Pembelian Rumah di Jogja Kini Lesu, Ini Penyebabnya

Newswire
Rabu, 30 November 2022 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
Pembelian Rumah di Jogja Kini Lesu, Ini Penyebabnya Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--DPD Real Estate Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan informasi berulang mengenai prediksi resesi ekonomi 2023 membuat minat masyarakat membeli rumah di provinsi ini menurun.

"Karena informasi mengenai prediksi itu disampaikan terus menerus akhirnya membuat masyarakat khawatir dan menahan diri membeli rumah," kata Ketua DPD REI DIY Ilham Muhammad Nur di Jogja, Rabu (30/11/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Ilham, selain gencarnya informasi terkait resesi, penurunan penjualan rumah yang dalami anggota REI DIY juga dipicu kenaikan inflasi serta proyeksi kenaikan suku bunga acuan BI hingga 2023.

Ia menyebutkan tren penjualan rumah di DIY hingga akhir 2022 tercatat mengalami penurunan 30 persen sejak pemerintah menaikkan harga BBM.

"Tiga hal tadi yang menyebabkan konsumen menahan diri untuk membeli properti, apalagi yang menggunakan fasilitas perbankan atau KPR," ujar dia.

Padahal, menurut Ilham, seandainya terjadi resesi dan BI rate mengalami kenaikan tidak akan terlalu signifikan menaikkan angsuran kredit perumahan.

Menurut dia, jika suku bunga pada 2023 kembali dinaikkan, kenaikannya masih di kisaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu sehingga masyarakat masih memiliki kemampuan untuk membeli rumah dengan sistem KPR.

"Kalau mereka memahami kondisi saat ini, justru saat inilah saatnya membeli. Karena kalau duit disimpan di bank maka akan berkurang karena inflasi, kemudian kalau dia belikan rumah kemungkinan besar justru bertambah," ujar dia.

Di sisi lain, ujar Ilham, mengacu data pertumbuhan ekonomi di Indonesia sejatinya masih aman kendati muncul prediksi resesi ekonomi 2023, apalagi dalam RAPBN 2023 pemerintah masih optimistis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 4 sampai 5 persen.

"Sehingga sebetulnya kan tidak resesi karena resesi itu dimana pertumbuhan ekonominya minus selama tiga bulan berturut-turut," ujar dia.

BACA JUGA: Lebih dari 400 Orang Meninggal untuk Bangun Proyek Piala Dunia Qatar 2022

Karena itu, ia berharap ajakan pejabat negara agar masyarakat berjaga-jaga mengantisipasi resesi ekonomi pada 2023 dapat disampaikan secara proporsional sehingga tidak kontraproduktif terhadap binis properti di Tanah Air.

"Memang potensi resesi ekonomi dunia mengkhawatirkan tetapi ajakan untuk berjaga-jaga secara berulang-ulang ini akhirnya membuat masyarakat benar-benar menjaga dirinya sangat ketat untuk membeli rumah tinggal sebagai kebutuhan dasar," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Muspusdirla Fasilitasi Program Cinta Tanah Air

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement