SPPG Patalan 2 Dua Kali Picu Keracunan, Dewan Desak Sanksi
SPPG Patalan 2 Bantul kembali dikaitkan dengan dugaan keracunan MBG. DPRD mendesak sanksi tegas bagi penanggung jawab jika ditemukan kelalaian.
Ilustrasi teknologi informasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop UKM) Kota Jogja mendorong pengelola koperasi di wilayahnya untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi masa kini.
Pemanfaatan teknologi digital ke dalam operasional koperasi dipercaya mampu menggaet minat anak-anak muda untuk terjun dan mengembangkan koperasi sebagai penggerak perekonomian lokal. Kepala Disperinkop UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto mengatakan koperasi yang mengadopsi teknologi digital bisa digolongkan ke dalam koperasi modern.
Ciri khas dari operasional dan layanannya lebih mengutamakan pemanfaatan teknologi digital yang kekinian. Namun, jumlah koperasi yang berbentuk modern masih minim di Jogja. Oleh karena itu, jawatannya berencana mendorong agar lebih banyak koperasi yang beralih ke pengelolaan digital.
"Dari 350 koperasi yang ada di Jogja, tujuh yang dikelola secara modern. Ini akan kami dorong terus agar pemanfaatan teknologi digital bisa diadopsi oleh koperasi guna menarik minat kaum milenial," jelasnya, Jumat (2/12/2022).
Totok juga menambahkan ke depan layanan koperasi juga ditekankan untuk mengutamakan sektor riil daripada penyaluran kredit atau simpan pinjam. Sebab, koperasi yang bergerak pada sektor riil ditengarai mampu lebih cepat dalam menggerakkan perekonomian lokal dan langsung berhubungan dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Peran para milenial nantinya juga dibutuhkan untuk mengembangkan koperasi dengan model demikian.
BACA JUGA: Sultan: Terkoneksi Tol Jogja, Jalur Alternatif dari Sleman ke Gunungkidul Harus Selesai di 2024
"Bentuk pengembangan koperasi modern nantinya akan kami usahakan lewat tiga pilar yakni usaha, kelembagaan, dan keuangan. Keanggotaan bisa dengan elektronik, rapat juga bisa secara online. Keuangan harus berstandar akuntansi, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Oleh karena itu, untuk mengedukasi kaum muda untuk mengenal koperasi, pihaknya akan menggelar Smaradahana Jogja Exhibition KUKM 2022. Di dalamnya terdapat gelaran pameran koperasi dan UKM Kota Jogja yang diikuti oleh 22 peserta. Sebanyak 10 peserta merupakan UKM dengan berbagai produk yang telah terkurasi, 10 lembaga koperasi di Kota Jogja, dan dua lainnya merupakan koperasi yang menjadi percontohan koperasi modern. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Taman Pintar Jogjakarta pada Sabtu-Minggu, 3-4 Desember 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPPG Patalan 2 Bantul kembali dikaitkan dengan dugaan keracunan MBG. DPRD mendesak sanksi tegas bagi penanggung jawab jika ditemukan kelalaian.
ADAS makin umum di mobil baru. Kenali 6 alasan fitur keselamatan aktif ini penting serta batasannya agar pengemudi tetap waspada.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.