Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Petugas memasang plang penanda Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Banguntapan di kompleks kalurahan setempat, Selasa (14/10/2025). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY telah merampungkan pembentukan 438 koperasi berbadan hukum, terdiri atas 392 koperasi desa dan 46 koperasi kelurahan. Penguatan kelembagaan dan penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk pemanfaatan lahan, kini terus didorong untuk mempercepat pengembangan koperasi.
Berdasarkan distribusi wilayah, Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah dengan jumlah koperasi desa terbanyak, yakni 144 unit. Disusul Kulonprogo sebanyak 87 unit, Sleman 86 unit, dan Bantul 75 unit. Sementara itu, Kota Jogja memiliki 45 koperasi kelurahan, sedangkan Kulonprogo mencatat satu unit koperasi kelurahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY, KPH Yudanegara, menjelaskan bahwa pemanfaatan tanah kas desa menjadi salah satu mekanisme penting dalam pembentukan Koperasi Merah Putih. Proses tersebut harus melalui prosedur administratif sesuai regulasi yang berlaku.
“Untuk Koperasi Merah Putih, kalurahan harus menyiapkan lahan minimal 1.000 meter. Kebetulan minimal 1.000 meter yang strategis adalah tanah kas desa. Jika tanah tersebut merupakan tanah kas desa, maka ada proses birokrasi untuk meminjam lahan kepada Keraton yang disetujui oleh Gubernur melalui SKB,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan bahwa ketersediaan lahan menjadi aspek penting dalam percepatan pembangunan. Namun bagi wilayah yang tidak memiliki lahan 1.000 meter, penyesuaian dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing daerah.
Yudanegara berharap keberadaan Koperasi Merah Putih selaras dengan arahan Presiden Prabowo, yakni memakmurkan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.
“Sehingga bisa memakmurkan masyarakat dalam keberdayaan masyarakat sehingga ke depannya bisa lebih sejahtera lagi,” tegasnya.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY, Setyo Hastuti, menjelaskan perkembangan jumlah anggota yang telah bergabung dalam sejumlah koperasi. Tamanmartani telah memiliki 1.080 anggota, Sinduadi 1.300 anggota, Sidomulyo 161 anggota, Bangunharjo 120 anggota, dan Srimulyo 50 anggota.
“Nah keberadaan anggota ini di koperasi penting untuk permodalan karena ada simpanan pokok dan simpanan wajib dari anggota,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Veda Ega Pratama menjalani Q1 Moto3 Aragon 2026 pada Sabtu sore. Pebalap asal Gunungkidul wajib masuk empat besar untuk lolos ke Q2 dan memperbaiki posisi start
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Komdigi menjembatani Yogi dengan Telkomsat dan Starlink agar penyediaan internet di Mentawai dapat dilakukan secara legal dan berizin.
Truk dump kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Sabtu pagi. Sopir dan penumpang luka setelah truk menabrak tiang telepon dan masuk parit.
Akademisi mendorong RPPLH DIY 2026–2056 terintegrasi dengan tata ruang, pembangunan, penganggaran, dan program lingkungan.