Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Asrul Sani./suara.com-Ummi Hadyah Saleh
Harianjogja.com, BANTUL—Partai Persatuan Pembangunan (PPP) baru akan mendeklarasikan bakal calon presiden (capres) yang akan diusung untuk pemilu 2024 mendatang nanti melalui Musyawarah Kerja Nasional awal tahun depan.
“[Untuk capres yang akan kami usung] nanti semua akan kami perdebatkan, kami musyawarahkan dalam forum Musyawarah Kerja Nasional. Kapan? Saya kira paling cepat bulan Februari,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Arsul Sani, saat ditemui di Kampung Mataraman, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Sabtu (10/12/2022).
Namun demikian, Arsul mengatakan bahwa bakal capres yang diusung nanti sesuai dengan kesepakatan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) adalah yang bisa meneruskan program-program Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah lengser nanti.
“Yang bisa meneruskan pak Jokowi tidak hanya satu orang loh,” ucapnya.
Lebih lanjut, Arsul mengatakan bahwa KIB yang terdiri dari PPP, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Golkar masih tetap solid sampai saat ini. KIB, kata dia, punya program akselerasi ekonomi supaya capres yang diusung nanti ada kesinambungan dengan pemerintahan Jokowi. Setelah itu, saat ini KIB mulai membicarakan sosok seperti apa yang akan diusung bersama. Seberapa besar elektabilitasnya.
BACA JUGA: Presiden Jokowi: "Ngunduh Mantu" Kaesang-Erina Wujud "Nguri-uri" Budaya
Setelah itu KIB bicara bagimana cara memenangkannya. Meski ketiga partai dalam KIB menjalin kesepakatan bersama, namun tiap partai juga menyodorkan nama yang akan diusung mencadi capres cawapres. Golkar misalnya, dalam keputusan Musyawarah Nasional (Munas) mengusung ketua umum Airlangga Hartanto.
PPP dan PAN, kata Arsul, menghormati atas keputusan Golkar tersebut, “Kami PPP dan PAN juga boleh usul dong [nama capres dan cawapres yang akan diusung KIB],” ucapnya.
Namun siapa yang akan diusulkan masih dalam proses meski sebagian kader PAN maupun PPP sudah menyebut nama sosok capres maupun cawapres. Nama-nama yang disebut itu juga tidak jauh dari nama yang mencuat melalui hasil survei sejumlah lembaga.
“PAN misalnya Mas Ganjar [Ganjar Pranowo] mulai disebut. Di PPP sudah hampir separuh DPW [Dewan Pimpinan Wilayah di tingkat provinsi] juga menyebut mas Ganjar. Tapi ada juga yang menyebut Mas Anies [Anies Baswedan],” katanya.
Nama-nama yang disebut tersebut akan diperdebatkan dan dimusyawarahkan dalam Munas pada awal tahun depan. Yang pasti, Arsul menyebut bakal capres dan cawapres nanti bisa melanjutkan program Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.