Advertisement

Begini Hasil Indeks Kerawanan Pemilu di Gunungkidul

David Kurniawan
Selasa, 20 Desember 2022 - 11:07 WIB
Bhekti Suryani
Begini Hasil Indeks Kerawanan Pemilu di Gunungkidul Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto memastikan Kabupaten Gunungkidul tidak masuk 80 besar kabupaten kota dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) risiko tinggi. Meski demikian, upaya antisipasi terus dilakukan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar serta tanpa ada masalah.

“IKP sudah dikeluarkan oleh Bawaslu Pusat. Hasilnya Gunungkidul tidak masuk 80 besar daerah rawan tinggi,” katanya, Senin (19/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dia menjelaskan, penetapan IKP ada beberapa variabel mulai dari konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi dan partisipasi. Setiap variabel ini ada beberapa variabel pendukung sehingga ada skor yang muncul di setiap daerah.

“Misalnya di DIY masuk sepuluh daerah rawan tertinggi. Indeks ini sangat berkaitan dengan segala hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu yang demokratis,” katanya.

BACA JUGA: Mundur dari CEO Twitter, Elon Musk Sebut Tak Ada yang Mau Menggantikannya

Meski tidak masuk kategori daerah rawan tinggi, Tri memastikan upaya pengawasan terus dilakukan guna menjamin penyelenggaraan pemilu dapat berjalan dengan lancar. adapun fokus pengawasan mulai dari pelaksanaan tahapan pemilu berjalan sesuai dengan aturan.

Selain itu, ada juga upaya memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI-Polri benar-benar netral dalam penyelenggaraan pemilu. “Tentunya untuk pengawasan kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak lain,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pengawasan juga berlaku bagi penyelenggara pemilu. Sebagai contoh untuk internal di bawaslu, setiap anggota diharapkan menjaga integritas sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta professional.

Hal yang sama juga berlaku bagi anggota maupun pegawai di KPU. Upaya pengawasan terus dilakukan dalam setiap tahapan dalam pelaksanaan pemilu.

“Netralitas juga harus dijaga. Kalau ada yang dicatut menjadi anggota partai, pasti kami akan klarifikasi,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement