GIFTS 2026 UGM Hasilkan 51 Kerja Sama, 79 Startup Temui Investor
GIFTS 2026 UGM menghasilkan 51 dokumen kerja sama dan mempertemukan 79 startup terkurasi dengan 30 calon investor.
Foto ilustrasi arus lalu lintas di jalan Solo-Klaten./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Perhubungan (Dishub) DIY akan menerapkan beberapa rencana untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY, Bagas Senoadji mengatakan berdasarkan prediksi Kemenhub, selama libur nataru sebanyak 5 juta orang akan memasuki wilayah DIY, sedangkan yang keluar wilayah DIY sebanyak 0,9 juta.
“Pola perjalanannya lain dengan Lebaran, kalau Lebaran orang mudik karena ingin bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan tersebar yang masuk ke wilayah [DIY], kalau ini orang bepergian untuk berwisata. Berwisata kebanyakan objek wisatanya jadi ramai,” katanya, Selasa (20/12/2022).
Bagas mengatakan Dishub DIY akan mendirikan empat Pos Pelayanan dan Pemantauan Arus Lalu Lintas selama libur akhir tahun. Keempat pos tersebut masing-masing adalah Pos Prambanan, Pos Piyungan, Pos Tempel dan Pos Jembatan Timbang Kulwaru. Dia mengatakan posko tersebut didirikan untuk menghitung jumlah kendaraan masuk dan keluar di DIY.
BACA JUGA: KPU Verifikasi Ulang, Partai Ummat DIY Yakin Bisa Jadi Peserta Pemilu 2024
Selain itu, untuk mengurai kepadatan kendaraan yang ada di tempat wisata, Dishub DIY berkoordinasi dengan Dishub kabupaten/kota mengupayakan sejumlah langkah, antara lain penerapan Sistem Satu Arah (SSA) pada saat malam Tahun Baru yang sifatnya insidentil di sejumlah ruas jalan menuju kawasan wisata.
Salah satunya, di Jalan Parangtritis yang menuju objek wisata Pantai Parangtritis. “Untuk malam Tahun Baru, akan banyak pengunjung yang akan ke sana. Dishub Bantul akan mengupayakan SSA bila banyak kendaraan yang mengarah ke Parangtritis,” katanya.
“Ini insidentil saja, apabila terjadi kepadatan lalu lintas, apabila tidak ya tidak kita lakukan sistem satu arah,” katanya.
Selain itu, Dishub DIY juga akan melakukan pengendalian arus lalu lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS) dan Variabel Messages Sign (VMS) berupa layar yang ditempatkan di beberapa simpang jalan besar di DIY.
Sebanyak 66 ATCS yang dipasang di simpang jalan provinsi, 25 di Kota Jogja, tiga unit di Kabupaten Gunungkidul, dan tujuh unit di Kabupaten Sleman.
Sedangkan ada 17 unit VMS yang akan dipasang di simpang jalan provinsi. “Jadi kita monitor simpang mana yang nanti terjadi antrian [kendaraan], kita lakukan penarikan arus melalui traffic light,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GIFTS 2026 UGM menghasilkan 51 dokumen kerja sama dan mempertemukan 79 startup terkurasi dengan 30 calon investor.
BBTE 2026 di Magelang menargetkan transaksi pariwisata Rp120 miliar. Expo ini mempertemukan pelaku industri dan membidik pasar internasional.
Timnas Indonesia menghadapi Jepang di Piala Asia 2027. Kemenangan berpotensi mendongkrak ranking FIFA dan memperbesar kepercayaan diri Garuda.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dan 32 provinsi menyerap 97.000 tenaga kerja lokal dengan daya tampung 122.000 siswa.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.