Advertisement

Petani Playen Terancam Gagal Panen, Begini Kondisi Sumur Bor di Sana

David Kurniawan
Rabu, 21 Desember 2022 - 17:07 WIB
Arief Junianto
Petani Playen Terancam Gagal Panen, Begini Kondisi Sumur Bor di Sana Ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, Gunungkidul — Hujan yang berhenti turun memicu kekeringan di lahan pertanian yang ada di Dusun Jatisari, Playen di Kapanewon Playen. Akibatnya, petani di wilayah tersebut terancam gagal panen karena padi yang ditanam rawan kekeringan. 

Sementara sumur bor yang ada di lokasi, belum beroperasi maksimal. Hal itu menyebabkan layanan pengairan belum bisa menjangkau ke seluruh wilayah.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Jatisari, Wasiman menjelaskan, salah satu permasalahan yang muncul karena sulitnya mendapatkan solar bersubsidi guna pengoperasian. Pasalnya, setiap pembelian diwajibkan memperoleh rekomendasi dari pemkab.

“Rekomendasinya sudah habis, sedangkan surat pengajuan perpanjangan juga belum jelas hingga sekarang. Padahal sudah diajukan satu minggu lalu,” katanya.

BACA JUGA: Lahan Mengering, Petani Playen Terancam Gagal Panen

Wasiman menjelaskan, pada saat memiliki rekomendasi setiap bulannya mendapat jatah solar bersubsidi sebanyak 400 liter. Adapun mesin pompa dihidupkan selama 10 jam setiap harinya dengan kebutuhan solar sebanyak enam liter per jamnya.

“Stoknya sudah habis dan belum bisa beli ke SPBU. Terpaksa beli solar ke tetangga yang memiliki mobil disel, tetapi hasilnya untuk operasionalnya tidak bisa menjangkau seluruh lahan,” katanya.

Wasiman berharap permasalahan ini bisa diselesaikan sehingga tanaman petani bisa tetap tumbuh serta tidak hanya mengandalkan air hujan. “Mudah-mudahan ada solusinya,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi saat dikonfirmasi kemarin, mengaku sudah mendengar keluhan dari petani di Jatisari. “Sudah kami berikan rekomendasi kesatu. Untuk perpanjangan, juga sudah terbit, tapi kelompok belum mengambilnya,” katanya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pesawat Susi Air Dibakar di Papua, Pilot dan Penumpang Hilang

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement