Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, Gunungkidul — Hujan yang berhenti turun memicu kekeringan di lahan pertanian yang ada di Dusun Jatisari, Playen di Kapanewon Playen. Akibatnya, petani di wilayah tersebut terancam gagal panen karena padi yang ditanam rawan kekeringan.
Sementara sumur bor yang ada di lokasi, belum beroperasi maksimal. Hal itu menyebabkan layanan pengairan belum bisa menjangkau ke seluruh wilayah.
Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Jatisari, Wasiman menjelaskan, salah satu permasalahan yang muncul karena sulitnya mendapatkan solar bersubsidi guna pengoperasian. Pasalnya, setiap pembelian diwajibkan memperoleh rekomendasi dari pemkab.
“Rekomendasinya sudah habis, sedangkan surat pengajuan perpanjangan juga belum jelas hingga sekarang. Padahal sudah diajukan satu minggu lalu,” katanya.
BACA JUGA: Lahan Mengering, Petani Playen Terancam Gagal Panen
Wasiman menjelaskan, pada saat memiliki rekomendasi setiap bulannya mendapat jatah solar bersubsidi sebanyak 400 liter. Adapun mesin pompa dihidupkan selama 10 jam setiap harinya dengan kebutuhan solar sebanyak enam liter per jamnya.
“Stoknya sudah habis dan belum bisa beli ke SPBU. Terpaksa beli solar ke tetangga yang memiliki mobil disel, tetapi hasilnya untuk operasionalnya tidak bisa menjangkau seluruh lahan,” katanya.
Wasiman berharap permasalahan ini bisa diselesaikan sehingga tanaman petani bisa tetap tumbuh serta tidak hanya mengandalkan air hujan. “Mudah-mudahan ada solusinya,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi saat dikonfirmasi kemarin, mengaku sudah mendengar keluhan dari petani di Jatisari. “Sudah kami berikan rekomendasi kesatu. Untuk perpanjangan, juga sudah terbit, tapi kelompok belum mengambilnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.