PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul mencatat ada enam kapanewon (kecamatan) di wilayahnya yang telah melaporkan terdampak kekeringan. Data itu, masih bersifat sementara karena belum semua kapanewon melaporkan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan terus melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah terdampak kekeringan di musim kemarau. Hingga sekarang sudah ada enam kapanewon yang melaporkan masalah kekeringan.
“Memang belum lapor semua dan kami masih menunggunya. Jadi, data kekeringan yang ada masih bersifat sementara,” kata Sumadi kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).
Enam kecamatan yang melaporkan adanya kekeringan itu antara lain, Semin, Paliyan, Rongkop, Ponjong, Nglipar dan Semanu. Meski demikian, ia belum bisa memaparkan data secara rinci karena ada kapanewon yang hanya memberikan data kalurahan.
“Data secara rinci yang masuk, Semin ada 3.211 jiwa berpotensi terdampak kekeringan; Paliyan ada 495 jiwa dan Rongkop ada 3.431 jiwa. Untuk Nglipar, Ponjong dan Semanu baru data awal dan kami masih menunggu rincian pastinya, termasuk laporan dari kapanewon yang lain,” katanya.
Berdasarkan prakiraan dari BMKG, puncak musim kemarau di Gunungkidul terjadi ada awal September mendatang. Upaya antisipasi telah dilakukan, salah satunya dengan menyediakan bantuan air sebanyak 1.400 tangki.
Sumadi mengakui hingga sekarang droping baru dilaksanakan di satu dusun di Kapanewon Rongkop. Untuk penyaluran tidak dilakukan sembarangan, karena proses menunggu permintaan resmi dari kalurahan.
“Harus ada pengajuan resmi dan kami lakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum bantuan disalurkan,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan hingga sekarang sudah ada permintaan bantuan air bersih. Meski demikian, jumlahnya belum banyak karena penyaluran baru dilaksanakan di Kalurahan Pucanganom, Rongkop.
“Pelaksanaannya satu minggu yang lalu. Untuk droping, kami butuh permohonan resmi dari kalurahan maupun kapanewon,” katanya.
Dia berharap di puncak musim kemarau nanti, warga bisa bijak menggunakan air sehingga cadangan yang dimiliki tidak terbuang percuma. Sebagai contoh, pada saat mandi, mencuci atau menyirami tanaman menggunakan air secukupnya.
“Gunakan air secukupnya dan tidak boros meski pasokan melimpah. Sebab, ada warga lain yang juga membutuhkan air untuk mencukupi keperluan sehari-hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek rute, jam keberangkatan, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia sejak dini hari hingga malam. Cek jadwal YIA-Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Palur, Solo hingga Stasiun Jogja. Cek jam kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, termasuk jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Jogja dan Kutoarjo, termasuk informasi perjalanan.