MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Ilustrasi rumah murah bersubsidi/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah rumah murah bersubsidi yang dibangun di DIY tak mencapai 200 unit dalam setahun, meski kebutuhan rumah di wilayah ini snagat tinggi.
Ketua Real Estat Indonesia (REI) DIY Ilham Muhammad Nur mengatakan tingginya harga tanah di Jogja berdampak pada sedikitnya jumlah rumah bersubsidi yang dibangun di wilayah DIY. Selama 2022 ini, katanya, rumah subsidi yang dibangun bagi kalangan MBR di wilayah DIY hanya sekitar 198 unit. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan ketersediaan rumah berubsidi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang mencapai puluhan ribu unit.
"Sampai November rumah bersubsidi baru terserap 198 unit, bandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Barat ketersediaannya di atas 10.000 unit. Nah menurut saya pribadi, dana subsidi FLPP sebenarnya bisa dibagi dengan komposisi jumlah penduduk sehingga bisa memperbanyak jumlah unit rumah bagi MBR," katanya.
Padalah menurut REI, angka backlog atau kekurangan rumah di DIY terutama untuk MBR mencapai hingga 250.000 unit. Untuk itu REI mengusulkan agar ada penghapusan sejumlah pajak perumahan untuk mengurangi biaya jual rumah kepada warga kurang mampu.
BACA JUGA: KPK Angkut Tiga Koper Seusai Geledah Kantor Gubernur Jatim
Antara lain biaya atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan (BPHTB) yang selama ini ditanggung oleh pembeli diminta dihapus. Selain itu pembebasan PPN rumah sederhana. Alasannya, berdasarkan PP 16/2021 kategori rumah sederhana itu tiga kali harga yang diatur oleh pemerintah.
"Kalau harga rumah sederhana yang diatur pemerintah kan Rp150 juta, maka harga rumah sederhana non subsidi Rp450 juta. Kami usulkan PPNnya dihapus agar membantu kalangan MBR," katanya.
BACA JUGA: Susahnya Buruh Murah Punya Rumah di Jogja
Wakil Ketua DPD REI DIY Bidang Perumahan Subsidi dan MBR Hajar Pamundi mengakui jika penyerapan rumah bersubsidi di Jogja masih rendah salah satunya akibat mahalnya harga tanah. "Ya permasalahannya harga tanah itu. Kalaupun ada lahannya, ya lokasinya dengan kontur tanah yang miring-miring. Jogja termasuk penyuplai rumah bersubsidi yang paling sedikit secara nasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.