Penataan Sirip Malioboro Mulai Dibahas Pekan Depan
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN– Jumlah wisatawan di Sleman saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak meningkat signifikan. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid mengatakan jumlah kunjungan pada Minggu biasanya meningkat, tapi pada Minggu,(25/12/2022) kemarin jumlah kunjungan turun.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah wisatawan turun, seperti momen Natal sehingga banyak yang memilih menghabiskan waktu bersama keluarga. Faktor lainnya adalah cuaca. Hujan sejak pagi hari membuat wisatawan mengurungkan niatnya untuk datang ke tempat wisata.
Dispar mencatat jumlah wisatawan yang datang ke Sleman pada Sabtu (24/12/2022) sebanyak 35.045 dan Minggu (25/12/2022) sebanyak 30.939, sehingga total mencapai 65.984 wisatawan.
"Kalau Minggu (25/12/2022) kemarin menurun karena hujan, dari pagi sudah hujan. Tanggal 25 [Desember] juga sebagian merayakan Natal masih bersama keluarga. Hujan dari pagi banyak orang yang membatalkan niatnya [ke tempat wisata]," ucapnya, Senin (26/12/2022).
BACA JUGA: Tren Naik, Warga Diminta Waspada Ancaman Demam Berdarah
Lokasi wisata di Sleman sebagian besar berada di wilayah perbukitan. Oleh karena itu Ishadi meminta agar lebih berhati-hati karena jalanan licin."Karena masih musim hujan jalur-jalur wisata sedikit banyak ada di perbukitan. Kemudian ketika berkendara harus hati-hati memperhatikan jalan licin di Kaliurang dan Breksi."
Turunnya jumlah wisatawan akibat hujan juga dibenarkan Pengelola Objek Wisata Tebing Breksi, Khaliq Widiyanto. Jumlah wisatawan menurutnya tidak naik signifikan akibat hujan yang terjadi sejak pagi hingga siang.
"Kalau jumlah kunjungan sebenarnya lebih banyak saat momen libur sekolah daripada Nataru. Hampir sama sih [dengan wisatawan di akhir pekan biasa] 5.000-an," jelasnya.
Dia mencatat jumlah kunjungan di Breksi pada Sabtu, (24/12/2022) sebanyak 5.327 wisatawan. Kemudian pada Minggu (25/12/2022) turun menjadi 4.837 wisatawan. "Hari ini hujan lagi. Hanya beralih saja kalau hari biasa banyakan bis, kalau akhir tahun kebanyakan mobil pribadi."
Diperkirakan jumlah wisatawan akan melonjak pada malam pergantian tahun mencapai sekitar 10.000-an pengunjung. "Hiburannya musik, hanya lokal-lokal yang biasa ngisi di akhir pekan."
Salah satu pengunjung di Tebing Breksi, Rika,42 mengatakan sudah beberapa kali berkunjung ke Tebing Breksi. Datang ke sini bersama keluarganya untuk mengisi liburan akhir tahun.
"Saya dari Kediri, Jawa Timur. Liburan akhir tahun sama keluarga ke Jogja. Sudah pernah sebelumnya ke sini [Tebing Breksi]," ungkapnya.
Pantauan Harianjogja.com di Tebing Breksi, pada Senin (26/12/2022) siang tidak terlalu ramai. Hujan ringan hingga sedang tidak berhenti mengguyur sejak pagi hari.
Di jalan Jogja-Solo juga tidak terlalu padat. Nampak banyak kendaraan plat luar kota, tapi arus lalu lintas ramai lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.