Peserta Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, Gunungkidul — Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat hingga akhir Desember ada sebanyak 449 kasus demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat dimintai waspada penularan karena saat musim hujan ada tren kenaikan kasus.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Zoonosis, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi mengatakan tren penyakit DBD hingga akhir tahun ini masih landai. Adapun jumlah kasus belum ada lonjakan yang signifikan.
Meski demikian, dia meminta masyarakat mewaspadai ancaman DBD karena saat musim hujan, penyebarannya relative lebit tinggi. Hal ini dikarenakan penyakit demam berdarah termasuk penyakit musiman saat musim hujan. “Ada potensi kenaikan kasus, jadi harus diwaspadai,” kata Yuyun kepada wartawan, Senin (26/12/2022).
Dia menjelaskan, sejak awal Januari hingga pertengahan Desember 2023 ada 449 kasus dan tiga warga dinyatakan meninggal dunia karena terjangkit DBD. Jumlah kasus ini lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian di 2021 yang hanya 189 kasus. “Naiknya hampir tiga kali lipat, karena jumlah kasus di tahun ini lebih banyak ketimbang di 2021,” katanya.
BACA JUGA: Libur Natal, Pantai di Gunungkidul Diserbu Belasan Ribu Wisatawan
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan tren penyebaran DBD setiap tahunnya naik turun. Sebagai contoh di 2019 tercatat sebanyak 576 kasus dan setahun berikutnya naik signifikan karena di 2020 jumlahnya mencapai 975 kasus.
Setelah dua tahun terus meningkat, di 2021 kasusnya menurun karena hanya ada 189 warga yang dinyatakan terjangkit penyakit demam berdarah. “Memang naik turun dan ancaman penyakit ini harus tetap diwaspadai, khususnya saat musim hujan,” katanya.
Menurut dia, kewaspadaan sangat penting agar jumlah warga terjangkit tidak terus bertamba. Pencegahan DBD bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tahapan.
Hal paling lazim dilaksanakan dengan menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarang kembang biak nyamuk. Selain itu, agar pencegahan dapat optimal harus ada satu orang pemantau jentik nyamuk. “Kami akan terus lakukan sosialiasi dalam pencegahan agar penyakit DBD tidak terus bertambah,” katanya.
Dia menambahkan, agar upaya pencegahan maksimal, masyarakat diminta terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta makan-makanan bergizi. Selain itu, juga rutin berolahraga untuk kesehatan. “Kalau tubuh selalu bugar, maka potensi terserang penyakit menjadi berkurang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Pemerintah menyiapkan skema pelunasan utang KCIC Whoosh senilai Rp116 triliun tanpa harus membebani APBN. Proses pengalihan aset masih berlangsung.
Pemerintah mempercepat pembangunan KSPEAN Papua Selatan melalui kolaborasi pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bapanas menyiapkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat yang akan disalurkan mulai Agustus 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pengelolaan tambang dan sektor strategis bukan diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih.
Leandro Trossard resmi meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Besiktas. Penyerang Belgia itu dikontrak selama tiga tahun oleh klub Liga Turki.