RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Foto ilustrasi JJLS./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul akan menggenjot pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, jaringan air bersih dan sebagainya pada 2023-2024 mendatang. Pembangunan infrastruktur tersebut merata namun difokuskan jalan menuju objek wisata untuk menggaet para investor.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan APBD Bantul tahun depan sekitar Rp2 triliun, namun harus dibagi dalam 32 urusan otonomi daerah yang di antaranya urusan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, hingga infrastruktur. Karena anggaran terbatas, pihaknya akan mendahulukan yang penting dan bisa menunda yang dipandang bisa ditunda.
BACA JUGA : JJLS Bantul Masih Sepi Investor Besar, Kenapa?
Pada 2023-2024 saatnya Pemkab Bantul menggeser beberapa perioritas menuju pembangunan infrastruktur terutama jalan kabupaten dan jalan desa. Sebab diakui Halim perbaikan infrastruktur akan merangsang investasi.
“Misal saya mau investasi atau mau bangun pabrik di sebuah dusun atau kampung saya pasti akan melihat bagaimana jalannya bagus apa tidak, ketersediaan airnya bagaimana,” katanya, saat ditemui Selasa (27/12/2022).
Menurut Halim, pembangunan infrastruktur penting karena dibutuhkan oleh investor terutama jalan kabupaten dan jalan desa sampai ke kampung-kampung atau dusun. “Karena jangan dibayagkan investasi itu hanya di kota tapi investasi di desa-desa juga ada misal membangun warung dan kuliner itu juga investasi, kalau jalannya buruk, atau bangun objek wisata kalau jalan buruk usaha pariwisatanya tidak maju,” ujarnya.
Karena itu, Halim melanjutkan bahwa untuk menarik investor maka yang harus di kedepankan adalah infrastrukturnya dulu. Namun karena APBD terbatas, pihaknya juga meminta pemerintah kalurahan juga mengalokasikan untuk membangun jalan-jalan di tingkat dusun. Selain itu ia juga berharap ada dana Corporate Socia Responsibility (CSR) untuk membangun infrastruktur.
BACA JUGA : Pemkab Bantul Dorong Capaian Realisasi Investasi
“Pembangunan infrastrktur akan kita lakukan merata tapi fokus ke jalur yang menuju objek-objek wisata,” tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Aris Suharyanta mengatakan pembangunan infrastruktur kemungkinan lebih banyak di 2024 mendatang. Untuk tahun depan pihaknya menganggarkan Rp70 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan. “Kebanyakan untuk jalan dan jembatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.