Advertisement

BPNB DIY Fasilitasi Pelestarian Budaya Mocoan di Ujung Jawa Timur

Media Digital
Jum'at, 30 Desember 2022 - 09:57 WIB
Sunartono
BPNB DIY Fasilitasi Pelestarian Budaya Mocoan di Ujung Jawa Timur BPNB DIY Fasilitasi Pelestarian Budaya Mocoan di Jawa Timur. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BPNB DIY), Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2022 kembali menggelar kegiatan Fasilitasi Pelestarian Nilai Budaya (FPNB). Kegiatan tersebut sebagai langkah BPNB DIY menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dengan mendorong para pelaku budaya untuk terus menghasilkan karya nyata.

Salah satu penerima fasilitasi tahun ini adalah Wiwin Indiarti, Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Banyuwangi sekaligus Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Osing. Ia penerima UGM Alumni Awards sebagai Pelopor Pelestari Kebudayaan tahun 2020. Dengan dukungan fasilitasi dari BPNB DIY, Wiwin mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk SENANDUNG MOCOAN - Merawat Warisan Menyemai Nilai Luhur.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Kegiatan ini bertujuan untuk preservasi tradisi mocoan, khususnya mocoan Lontar Hadis Dagang, sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang hampir musnah," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (30/12/2022).

Mocoan merupakan tradisi pelantunan tembang berbasis naskah kuno di Banyuwangi yang jamaknya dilakukan untuk kebutuhan ritual. Sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), naskah kuno atau manuskrip tidak hanya bermakna secara tekstual namun penting secara kontekstual berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan. Tradisi mocoan menunjukkan fungsi naskah kuno di Banyuwangi, yaitu sebagai pusaka dan harta waris; sarana ritual untuk berbagai hajat; dan media olah seni pelantunan tembang.

Saat ini tradisi tersebut masih hidup, meski amat langka karena dilaksanakan satu tahun sekali. Tradisi ini dilestarikan satu keluarga keturunan Mbah Aminah di Dusun Delik, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi secara turun-temurun. Ritual terkait mocoan disebut Nyelameti Kebonan (selamatan kebun) atau selamatan sawah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah seusai kaum muslim melaksanakan sholat Idul Adha.

"Kami mengadakan Senandung Mocoab- Merawat Warisan Menyemai Nilai Luhur pada 25 Juni 2022 berlokasi di Pesinauan-Sekolah Adat Osing Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Rangkaian acara pertama adalah ritual adat mocoan Lontar Hadis Dagang dengan 8 orang penembang dari tiga generasi. Mereka adalah Suhaimi, Kang Samsuri, Buyut Sukar, Mbah Sukar, Sarino, Suwarso, Ilham Saifulloh, dan Fitri Handayani," ujarnya.

Keterlibatan seniman muda dan perempuan ini adalah pertama kalinya dalam penyelenggaraan ritual mocoan Lontar Hadis Dagang. Kegiatan selanjutnya berupa pemberian apresiasi kepada keluarga pemilik naskah dan pelestari mocoan Lontar Hadis Dagang yang diwakili Kasri, sebagai pemilik satu-satunya Lontar Hadis Dagang dan penjaga utama keberlangsungan tradisi tersebut hingga tetap bertahan saat ini. Selain itu, dilakukan pendokumentasian audio visual secara utuh ritual mocoan Lontar Hadis Dagang selama ritual berlangsung sekitar tiga jam.

Rekaman video dapat diakses publik dan diserahkan kepada pihak-pihak terkait agar bisa didayagunakan. Dalam kegiatan ini para undangan yang hadir mendapatkan edisi teks Lontar Hadis Dagang dan Buku Acara yang memuat kandungan naskah dari Lontar Hadis Dagang sebagai upaya penyebarluasan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam naskah kuno. Melalui kegiatan ini diharapkan nilai keluhuran dan kearifan tradisi mocoan Lontar Hadis Dagang dapat terjaga, hidupnya ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan, dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

"Lebih jauh dari itu, kegiatan ini juga menjadi media perekat dan ruang dialog lintas generasi dalam merawat dan memaknai tradisi sebagai warisan budaya dan unsur pemajuan kebudayaan. Mendekatkan masa lalu dengan masa kini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemilu 2024: PKS Rayu Golkar Gabung Koalisi Pendukung Anies

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 10:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement