Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Jogja menerjunkan 52 personelnya untuk menjaga seluruh depot sampah di wilayahnya selama 24 jam. Total ada 13 depot sampah di Jogja, penjagaan Satpol PP tersebut untuk memastikan sampah yang dibuang sudah terpilah dan mengedukasi masyarakat.
Penjagaan dan edukasi akan dilakukan Satpol PP Jogja hingga Maret mendatang. Kurun waktu tersebut masih diberlakukan toleransi, tapi setelah April nanti Satpol PP akan menindak tegas pelanggaran yang tidak memilah sampahnya.
Kepala Bidang Linmas Satpol PP Jogja Suwarno menjelaskan sesuai Perda Pengelolaan Sampah No.10/2012, bagi masyarakat yang tidak memilah sampahnya dan membuang sembarangan akan dipidanakan. “Hukuman maksimalnya tiga bulan kurungan atau denda maksimal Rp50 juta,” jelasnya, Rabu (4/1/2022).
BACA JUGA: Sebelumnya Disebut Sultan Ilegal, Kios di Jalan Perwakilan Malioboro Disegel Aparat
Suwarno menyebut penjagaan depot oleh Satpol PP Jogja kini hingga Maret mendatang dalam tahap sosialisasi dan edukasi, sehingga belum akan melakukan penindakan pelanggaran. “April nanti kami lihat kondisinya, kalau memang perlu tindakan penegakan aturan akan kami lakukan,” katanya.
Penjagaan depot sampah, jelas Suwarno, juga dilakukan oleh personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja. “Kami bagi tiga sif yaitu pagi dijaga DLH, siang kami jaga, malam juga kami. Penjagaan 24 jam, tantangan selama empat hari ini adalah pembuangan sampah dari luar kota di Jogja karena ternyata ada banyak,” ujarnya.
Depot sampah di Jogja yang kerap dijadikan pembuangan sampah dari luar kota, lanjut Suwarno, di daerah perbatasan seperti Depot Mantrijeron dan Bener. “Kami minta mereka tidak membuang di sini secara persuasif,” tegasnya.
Selama empat hari penjagaan depot sampah tersebut, sambung Suwarno, ada progres baik dari masyarakat dengan mulai sadar memilah sampahnya sendiri. “Contoh progresnya itu ada di Depot RRI dan Depot Dukuh, di sana dalam pantauan kami sudah terpilah sendiri sampahnya,” jelasnya.
Pelaksana tugas Kepala Satpol PP Jogja Octo Noor Arafat mengapresiasi personelnya yang sudah menjaga depot sampah selama 24 jam. “Ini usaha Pemkot agar masalah sampah tertangani dengan baik dengan menggerakan berbagai lini termasuk Satpol PP” katanya.
Octo meminta masyarakat turut ambil peran mengatasi masalah sampah ini dengan sadar akan pemilahan sampah sejak di rumah tangga. “Pemerintah sudah bergerak dan maksimal, sekarang perlu juga partisipasi masyarakat, jadi saya mohon masyarakat juga ambil bagian dengan hal-hal sederhana dulu aja yaitu memilah sampah,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.