30 Tahun Kudatuli, PDIP Kota Jogja Teguhkan Demokrasi
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho saat melantik PPK untuk Pemilu 2024, Rabu (4/1/2023). /Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL--KPU Bantul melantik sebanyak 85 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilu 2024. Pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah janji yang dipandu langsung oleh Ketua Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho.
Turut menyaksikan pelantikan diantaranya Ketua KPU DIY, Bupati Bantul beserta jajaran Forkompimda serta panewu dari 17 kapanewon di Bantul.
Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menyampaikan PPK adalah bagian dari penyelenggara pemilu oleh karena itu para anggota PPK harus menaati asas-asas penyelenggara pemilu dalam hal bersikap dan bertindak. PPK harus memahami dan segera menyesuaikan dengan tahapan Pemilu yang saat ini berjalan antara lain pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tingkat kalurahan serta verifikasi administrasi dan faktual pencalonan perseorangan DPD.
"Dalam menjalankan tahapan pemilu di kapanewon PPK tidak dapat berjalan sendiri, oleh karena itu PPK harus secara intens melakukan koordinasi dengan Forum komunikasi pimpinan kapanewon serta dengan pengawas pemilu kecamatan," katanya Rabu (4/1/2023)
Selain itu PPK harus membangun kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaaan dan para tokoh masyarakat dalam kerangka kesuksesan tahapan Pemilu 2024. Mengantisipasi potensi permasalahan yang muncul dalam setiap tahapan, Didik meminta kepada jajaran PPK untuk melakukan mitigasi resiko disetiap tahapan.
"Beberapa tahapan yang penting untuk dilakukan mitigasi resiko antara lain tahapan pemutakhiran data pemilih, kampanye, pengelolaan logistik, pemungutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi hasil penghitungan suara," katanya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih,dan SDM KPU Bantul, Musnif Istiqomah menyampaikan masa kerja PPK untuk Pemilu 2024 selama 15 (lima belas) bulan terhitung sejak 4 januari 2023 sampai dengan 4 April 2024. Selanjutnya PPK akan melakukan koordinasi dengan penewu dimasing-masing kapanewon untuk mengusulkan personil sekretariat PPK.
"Nantinya personrl sekretariat PPK ini akan ditetapkan oleh Bupati Bantul dan dalam ketugasannya akan membantu pelaksanaan tahapan yang dijalankan oleh PPK," katanya.
Dari sisi komposisi jenis kelamin PPK yang dilantik tercatat ada 27 perempuan dengan prosentase 32% hal ini menjadi bagian penguatan peran perempuan sebagai penyelenggara pemilu. Selain itu didalam PPK Pemilu 2024 juga ada satu orang penyandang disabilitas yang dilantik sebagai PPK di Kapanewon Jetis.
"KPU Bantul untuk memberikan akses semua pihak termasuk penyandang disabilitas untuk terlibat sebagai penyelenggara Pemilu. Musnif berharap PPK yang telah dilantik ini dapat bekerja secara professional, mandiri dan berintegritas," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie tiba di Gedung Merah Putih KPK usai OTT yang menjerat 21 orang terkait dugaan korupsi.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.