BPBD Sleman Latih 72 Relawan, Perkuat Sekolah Tangguh Bencana
BPBD Sleman melatih 72 relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Jemaah bersiap mengikuti salat id di gumuk pasir Parangtritis, Bantul, Rabu (5/6/2019)./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul akan mengutamakan keselamatan peserta ASEAN Tourism Forum (ATF) ketika post-tour di beberapa destinasi wisata di Bantul.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bantul, Yuli Hernadi, mengatakan perhatian utama Dispar Bantul ketika membawa 20 peserta ATF ke destinasi wisata di kabupaten tersebut adalah keselamatan.
“Turis luar negeri mengutamakan keselamatan. Seumpama kami bawa ke wisata kano, pertanyaannya adalah apakah kano tersebut sudah tersertifikasi. Sekalipun sudah tersertifikasi, tetapi kalau bukan tingkat internasional [kami] tidak mau,” kata Yuli di kantornya, Jumat (6/1/2023).
Bahkan, ketika peserta diajak ke Gumuk Pasir pun mereka tidak akan naik jip wisata di sana. Menurut Yuli, peserta akan diajak ke Kids Fun, Desa Wisata Wukirsari, Gumuk Pasir, Laguna, dan Tembi. Post-tour tersebut direncanakan berjalan selama dua hari satu malam.
“Hari keduanya kami belum tahu karena masih tentatif, Tapi rencana kami akan membawa mereka ke kasongan atau krebet. Tapi ketika jadwal pesawat mereka pas hari kedua ya kami langsung antar mereka ke bandara,” katanya.
Sekretaris Dispar Bantul, Jati Bayubroto, mengatakan selain pertimbangan keamanan, Dispar tidak memilih wisata olah raga atau sport tourism karena mereka berupaya menghadirkan pengalaman baru yang tidak peserta ATF dapatkan di negaranya.
“Kami hadirkan wisata unggulan yang dapat kami jual dengan standar mereka. Mereka lebih suka yang alami, budaya masyarakat. Kalau Gumuk Pasir kan alam yang memiliki keunikannya yang tidak semua negara memilikinya,” kata Jati ditemui di kantornya pada Jumat, (6/1/2023).
Menurut Jati, ketika berada di Wukirsari, para peserta akan diajarkan membatik. Hasil batik tersebut akan mereka bawa ke negaranya masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menegaskan ada tiga kawasan prioritas yang akan dikunjungi peserta ATF 2023.
“Tiga kawasan prioritas itu ada di Imogiri, Gumuk Pasir, dan Pajangan. Dengan itu, harapan kami Bantul dapat dikenal oleh dunia internasional,” kata Kwintarto dihubungi pada Jumat (6/1/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman melatih 72 relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Ekonom UGM prediksi harga Pertamax bisa turun pada Juli 2026 seiring turunnya harga minyak dunia dan meredanya tensi geopolitik.
Ekonom Permata Bank sebut pelemahan rupiah picu kenaikan harga barang impor dan tekan daya beli rumah tangga secara bertahap.
Waskita Karya kantongi proyek Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3 senilai Rp2,1 triliun untuk mempercepat akses Borobudur dan dorong ekonomi daerah.
BPBD Pati siapkan pengungsian dan bantuan bagi warga Tunggulsari terdampak banjir rob, 73 rumah terdampak dan pemantauan masih dilakukan.
DPMKP2KB memastikan seluruh kalurahan di Gunungkidul telah mengurus pencairan dana desa termin kedua 2026. Diperkirakan anggaran ini sudah ditransfer pada Kamis