Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta Dana Keistimewaan (Danais) dialokasikan sebanyak 20% ke sektor pendidikan. Dengan begitu diharapkan sekolah tak melakukan pungutan. Langkah tersebut diapresiasi Ombudsman RI (ORI) DIY.
Pengajuan usulan tersebut didasarkan pada kunjungan DPRD DIY ke berbagai sekolah.
Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto menyebut dengan penambahan alokasi danais ke pendidikan dapat mengatasi masalah pungutan.
Koeswanto yang mengunjungi SMAN 1 Banguntapan menjelaskan sekolah terpaksa melakukan pungutan untuk menutupi kekurangan dana. "Jadi supaya sekolah ini tidak bermasalah dengan pungutan, karena itu pasti mengganggu fokus tenaga pendidikan jika ada masalah apalagi sampai dilaporkan ke ORI DIY,” katanya, Senin (9/1/2022).
BACA JUGA: Tak Kalah dengan Tol, JJLS Gunungkidul Dilengkapi Rest Area 7.500 Meter Persegi
Anggota Dewan dari Fraksi PDIP ini menyebut ORI DIY selama ini selalu memojokkan sekolah karena adanya pungutan. “Tentu ini bisa mengganggu jalannya proses pembelajaran sekolah dan mengganggu pendidikan di DIY,” ujar Koeswanto.
Alokasi Danais ke pendidikan sebesar 20%, ujar Koeswanto, diharapkan mempersempit ruang pungutan sekolah.
“Juga supaya di DIY ada program wajib belajar 12 tahun, agar SDM terus berkembang dan dan menunjukan peningkatan mutu,” jelasnya.
Kepala ORI DIY Budhi Masturi mengapresiasi usulan DPRD DIY tersebut.
“Sudah tepat kalau DPRD DIY bermaksud melibatkan Danais untuk mendanai pelayanan dan pengembangan pendidikan di DIY,” katanya, Senin siang.
Budhi menjelaskan pendidikan adalah instrumen penting yang turut membentuk budaya adiluhung.
“Sebagai kota pelajar, DIY sudah seharusnya mencanangkan program wajib belajar 12 tahun,” ujarnya.
Usulan pengalokasian Danais untuk pendidikan, jelas Budhi, akan sangat membantu sekolah agar tidak melakukan pungutan dan membantu siswa serta orang tuanya untuk mengakses haknya dalam pendidikan.
“Apalagi DIY sebagai barometer pendidikan Indonesia, jadi sudah tepat agar nir-pungutan pendidikan terwujud,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun dengan tarif Rp8.000 dan keberangkatan pagi hingga malam.
Tips sehat konsumsi daging kurban saat Iduladha agar kolesterol tetap aman, mulai dari cara memasak hingga mengatur porsi makan.