Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Sebuah mobil melintas di depan rest area yang dibangun di JJLS di Kalurahan Nglindur, Girisubo. Foto diambil Jumat (6/1/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang membentang di wilayah Gunungkidul dilengkapi dengan rest area. Keberadaan fasilitas ini dibangun di lahan seluas 7.500 meter persegi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4, Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) DIY, Julian Situmorang mengklaim rest area di JJLS Gunungkidul menjadi satu-satunya yang berada di jalan nasional. Selama ini, keberadan rest area berada di jalan tol.
“Untuk DIY, saya belum tahu berapa pastinya yang akan dibangun. Yang jelas, hingga sekarang sudah ada satu rest area JJLS di Kalurahan Nglindur, Girisubo,” kata Julian saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (9/1/2022).
BACA JUGA : Rest Area Luar Exit Toll Jogja YIA Bakal Dibangun
Dia menjelaskan, rest area yang dibangun berada di lahan seluas 7.500 meter persegi. Adapun prosesnya sudah hampir selesai karena bangunan sudah jadi dan tinggal proses penyelesaian sedikit.
Rencanaya serah terima pembangunan dilaksankan pada Januari ini. Di rest area tidak berbeda jauh dengan fasilitas yang ada di tol karena dilengkapi tempat beribadah, area parkir, toilet, display berjualan, arena bermain hingga beberapa fasilitas lainnya.
Menurut Julian, pembangunan rest area sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat. Hal ini tak lepas dari rute JJLS yang membentang dari Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Oleh karenanya, dengan adanya fasilitas ini maka pengendara yang merasa capek bisa beristirahat dan beraktivitas lainnya seperti makan dan beribadah. “Makanya dibangun rest area di Girisubo,” katanya.
BACA JUGA : Langka, Rest Area Tol Jogja Bawen di Tempel Bisa Diakses
Disinggung mengenai pengelolaan rest area ini, Julian mengakui tidak memiliki kewenangan. Ia berdalih, satker hanya bertugas membangun. Adapun pengelolaan diserahkan sepenuhnya ke kementerian.
“Pasti akan ada koordinasi didalam pengelolaan. Yang jelas, kami selesaikan tugas kami dalam proses pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
7 bidang tanah calon pengganti kas Kalurahan Palihan, Kulonprogo, dicoret karena berada di bawah Sutet. Warga kecewa dan minta evaluasi.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.