Advertisement

Terus Merosot sejak 2020, Angka Investasi Kulonprogo Kini Cuma Rp310 Miliar

Catur Dwi Janati
Selasa, 10 Januari 2023 - 22:07 WIB
Arief Junianto
Terus Merosot sejak 2020, Angka Investasi Kulonprogo Kini Cuma Rp310 Miliar Ilustrasi YIA, Kulonprogo. - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO — Hingga triwulan III/2022, realisasi investasi Kulonprogo belum menyentuh angka Rp1 triliun. Kendati demikian capaian ini, dinilai jauh berkali-kali lipat bila dibanding pada 2017 sebelum adanya YIA. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo, Heriyanto menerangkan realisasi investasi di triwulan ke 2022 baru mencapai Rp310,3 miliar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp9,5 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp300,8 miliar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Ini baru triwulan III  karena untuk triwulan IV belum diverifikasi oleh BKPM. Karena berapa realisasi investasi itu harus ada pengesahan dari BKPM," kata Heriyanto, Selasa (10/1/2023).

Realisasi investasi sampai triwulan III 2022 tersebut, tentu jauh bila dibandingkan dengan realisasi investasi periode 2018-2020 yang mencapai triliunan rupiah.

BACA JUGA: Pemerintah Target Raih Investasi Rp1.400 Triliun, Ini Strateginya

Pada 2018, realisasi investasi di Kulonprogo mampu mencapai angka Rp4,6 triliun. Capaian ini semakin melejit pada 2019 di mana realisasi investasi saat itu mampu menyentuh angka Rp4,8 triliun.

Pada tahun 2020 capaian realisasi investasi mengalami penurunan signifikan, akan tetapi torehannya pun masih mencapai triliunan yakni lebih dari Rp1,8 triliun. Sementara pada 2021, total realisasi investasi di Kulonprogo kembali turun di kisaran angka Rp541 miliar.

"Tren dari mulai 2018 karena waktu itu masih bandara, itu kami masih bicaranya triliunan rupiah sampai di 2020. Tetapi begitu masuk di 2021, terjadi penurunan. Di 2021 ini masih lumayan karena ada pembangunan hotel," terangnya.

Kendati demikian, diterangkan Heriyanto jika dibandingkan 2017 sebelum adanya bandara di Kulonprogo, realisasi investasi pada 2021 maupun di 2022 jauh lebih tinggi.

Pasalnya kala itu, di tahun 2017 realisasi investasi di Kulonprogo hanya berkisar di angka Rp76 miliar. "Kalau kami bandingkan dengan 2017 sebelum bandara, sudah ada peningkatan terkait dengan ini [realisasi investasi]," jelasnya.

Untuk menggenjot realisasi investasi, sejumlah upaya bakal dilakukan dinas terkait. Hariyanto menuturkan bila pihaknya telah memetakan lahan yang bisa digunakan untuk investasi. 

Pada 2022, ada dua lahan yang betul-betul clear and clean yang secara langsung dibolehkan oleh pemilik lahan. "Ini sudah kami tawarkan kepada calon investor. Nanti kami kembangkan yang lain-lain sehingga nanti menjadi satu bahan promosi kawan industri ini, kami lakukan pemetaan terus," lanjutnya.

Selain itu, promosi potensi Kulonprogo juga dinilai jadi aspek penting. Di tahun ini, para pelaku usaha diminta membuat video tentang produk dan jasanya yang nantinya akan dipromosikan dengan beragam metode.

Salah satu skemanya yakni promosi lewat hotel. Dengan adanya sekitar 701 kamar hotel nantinya, Heriyanto berharap ada buku panduan tentang potensi Kulonprogo di tiap kamarnya. Tak hanya buku, setiap tamu yang masuk ke dalam hotel nantinya dapat melihat potensi daerah lewat video yang mungkin ada pada layar televisi hotel.

BACA JUGA: Kulonprogo Targetkan 2.050 Ton Hasil Perikanan Tangkap di 2023

Pada pertengahan Agustus 2022 lalu, Pj. Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana menerangkan bila pengembangan investasi di Kulonprogo menurutnya sedikit terhambat oleh harga dan luasan lahan yang tersedia.

Berbeda dengan Jawa Barat, Jawa Timur, kepemilikan lahan di Kulonprogo diterangkan Saktiyana relatif tersegmentasi kecil-kecil. Warga Kulonprogo yang mempunyai lahan satu hektare menurutnya bisa dihitung dengan jari. Rata-rata kepemilikan warga 1000-1200 meter persegi. 

"Sehingga untuk membuat pabrik katakanlah satu hektare itu perlu rembukan dengan banyak orang. Nanti yang ini setuju, adiknya enggak setuju, ini yang bikin agak repot," tuturnya.

Oleh karena kawasan peruntukan industri sangat dibutuhkan. Keberadaan kawasan peruntukan industri diharapkan dapat mengatasi solusi penyediaan lahan bagi investor. "Kalau sudah ada Kawasan Industri kan agak mudah nanti. Investor tinggal perlu berapa lahan, nanti perusahaan kawasan industri yang menyediakan lahannya itu," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement