Advertisement

Tergusur Proyek Jembatan, Warga di Bantul Kembangkan Desa Wisata

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 12 Januari 2023 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
Tergusur Proyek Jembatan, Warga di Bantul Kembangkan Desa Wisata Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Babakan, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul mulai aktfi mengmbangkan  Desa Wisata Babakan yang mulai dirintis dua tahun lalu. Pengembangan Desa Wisata Babakan tersebut merupakan upaya agar para warga penambang pasir tetap memiliki pekerjaan setelah pelarangan penambangan akibat pembangunan jembatan di Perbatasan antara Dusun Babakan dan Ngentak.

Pengurus Desa Wisata Babakan, Muhammad Darwis Jiwandaru, mengatakan pendirian dan pengembangan Desa Wisata Babakan tersebut merupakan sebab dari pelarangan penambangan di Dusun Babakan yang rencananya akan dibangun jembatan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Kami itu membuat Desa Wisata karena tambang. Maksud saya adalah di Dusun Babakan kan ada aktivitas penambangan pasir. Nah, warga sekitar kan sebagian besar penambang pasir tradisional. Ada isu kalau setelah jembatan di perbatasan Dusun Babakan dan Ngentak dibangun maka aktivitas pertambangan itu tidak boleh dilakukan lagi,” kata Jiwandaru dihubungi pada Kamis, (12/1/2023).

Kata pria yang kerap disapa Iwan ini, jembatan tersebut merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Terangnya, kendati belum begitu ramai, Desa Wisata Babakan sudah mulai dikunjungi wisatawan bahkan wisatawan internasional.

“Desa Wisata kami ini punya unggulan yaitu Batik Indigo dengan tamu yang datang pernah dari luar negeri. Kemudian ada juga kalau suka memotret bisa datang ke bagian Sungai Progo. Di sana, pada waktu tertentu ada burung-burung yang migrasi,” katanya.

Dalam prosesnya, Desa Wisata Babakan kemudian berkembang dengan menghadirkan destinasi-destinasi baru seperti Gerbang Progo. Selain itu Desa Wisata Babakan juga menawarkan industri pengolahan tempe koro, peternakan sapi, dan kambing boer.

Terangnya, pada Minggu, 15 Desember 2023, pihaknya akan membuka Pasar Kenangan di Gerbang Progo. Pasar tersebut akan menghadirkan suasana pasar tradisional yang menjual makanan dan barang-barang tradisional.

“Tiap Minggu akan ada pasar itu di Gerbang Progo. Kontenya itu mirip seperti pasar tradisional. Ke depan ya kalau memungkinkan akan jadi seperti Pasar Kangen itu. Terkait dana, Desa Wisata ini kami bangun secara swadaya,” ucapnya.

Iwan menjelaskan pihaknya sedang melengkapi berkas-berkas untuk mendaftarkan Desa Wisata Babakan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.

BACA JUGA: Tol Jogja Solo Melintasi Sleman, Bagaimana Minat Investor?

Sementara itu, Peserta KKN STIPRAM yang ikut dalam perancangan pembukaan Pasar Kenangan, Sekar Asri, mengatakan pembukaan Pasar Kenangan tersebut juga menjadi upaya untuk mengukur antusiasme warga. Dengan begitu dalam pengembangannya akan memiliki tolok ukur.

“Program kerja besar KKN kali ini itu membuat kajian literatur mengenai rencana pembukaan Pasar Kenangan. Lalu, kaitannya dengan Desa Wisata Babakan ini, menurut saya berpotensi dikembangkan karena di sini atraksinya cukup banyak yang bisa dikembangkan seperti seperti bercocok tanam, peternakan sapi dan kambing, mengikuti workshop batik indigo, mengikuti proses pembuatan tempe koro, menyusuri sungai progo menggunakan perahu,” kata Sekar Asri dihubungi pada Kamis, (12/1/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Rekor Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Belum Mampu Saingi Era SBY, Ini Datanya!

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement