Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Atap ruangan di SD Muhammadiyah Bogor, Playen ambruk pada Selasa (8/11/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. - Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Penyidik Satreskrim Polres menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus ambruknya atap SD Muhammadiyah Bogor, Playen ke Kejari Gunungkidul, Kamis (12/1/2023). Kedua tersangka langsung dititipkan di Lapas Kelas IIB Wonosari.
Kepala Seksi Pidana Umum, Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Akbar Ramadhan mengatakan, tugas penyidik kepolisian dalam kasus ambruknya atap SDM Bogor yang menyebabkan satu korban meninggal dunia telah selesai. Hal ini tak lepas penyerahan tahap dua, yakni tersangka dan barang bukti ke Kejari Gunungkidul.
Menurut dia, sebelum pelimpahan ini, tim penyidik dari kejari pada Senin (9/1/2023) menyatakan berkas yang dilimpahkan telah dinyatakan lengkap. “Setelah berkas dinyatakan lengkap, maka hari ini kami menyerahkan tersangka dan barang buktinya,” kata Akbar kepada wartawan, Kamis siang.
Ia mengungkapkan, proses pelimpahan berjalan dengan lancar. Tersangka TK dan BA menjadi tanggungan dari Kejari Gunungkidul. “Untuk prosesnya, berkas penyidikan sempat dikembalikan sekali, tapi setelah kami perbaiki sudah dinyatakan lengkap dan prosesnya berjalan lancar semua,” katanya.
BACA JUGA: Tol Jogja Solo Melintasi Sleman, Bagaimana Minat Investor?
Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Gunungkidul, Ari Hani Saputri mengatakan, sudah menerima pelimpahan dua tersangka dalam kasus ambruknya atap SDM Bogor. Tindak lanjut dari pemeriksaan, penyidik kejaksaan juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti maupun kedua saksi.
“Dua tersangka ini merupakan kontraktor pembangunan. Untuk berkasnya dibuat sendiri-sendiri,” katanya.
Hani mengungkapkan, setelah selesai diperiksa pada Kamis siang, kedua tersangka langsung dititipkan di Lapas Kelas IIB Wonosari. Adapun tugas selanjutnya dari kejaksaan menyusun berita acara untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri.
“Minggu depan kami limpahkan. Kalau berjalan lancar, maka proses pembuktian di persidangan bisa dimulai di akhir Januari,” katanya.
Runtuhnya atap ruangan SDM Bogor terjadi pada 8 November 2022 lalu. Total ada 12 siswa menjadi korban, rinciannya 11 anak mengalami luka ringan dan seorang siswa meninggal dunia.
Pascakejadian tim dari Satreskrim Polres Gunungkidul langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti. Selain itu, juga meminta keterangan para saksi serta saksi ahli didatangkan untuk pengungkapan.
“Hasil dari penyelidikan marathon ini, pemborong proyek berinisial B dan K ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.