Siaga Darurat Kekeringan DIY Diperpanjang hingga Akhir November
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memproyeksikan tiga hari ke depan cuaca DIY rata-rata cerah hingga berawan. Meski terjadi hujan, intensitasnya ringan dan sesekali sedang, terutama untuk waktu sore hingga malam hari. Khususnya di wilayah Sleman dan Kulonprogo bagian utara.
"Potensi hujan ringan di dini hari hingga pagi terutama di wilayah Kulonprogo bagian Selatan, Bantul bagian Selatan, Gunungkidul bagian Selatan," kata Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA Romadi, Jumat (13/1/2023).
Cuaca tujuh hari ke depan akan ada peningkatan curah hujan mulai 17 Januari 2023. Peningkatan curah hujan, dengan intensitas sedang hingga lebat, hampir merata di seluruh wilayah DIY.
Beberapa hari ini intensitas hujan di DIY menurun karena dipengaruhi pola tekanan rendah di Barat Sumatra, Barat Daya Jawa, serta di Utara Kalimantan yang menyebabkan pola angin di wilayah DIY menjadi divergen [menyebar]. Sehingga mengurangi massa uap air hujan di wilayah DIY.
"Wilayah DIY saat ini justru memasuki masa puncak musim hujan yang telah diawali dari akhir Desember 2022 sehingga diperkirakan sampai akhir Januari 2023 ini."
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengatakan cuaca cerah akan berlangsung dalam tiga sampai lima hari ke depan. Setelah itu akan kembali normal dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
"Kondisi dinamika atmosfer dan laut menyebabkan beberapa hari terakhir ini cuaca cerah dan tidak hujan," ucapnya.
Dua bulan kedepan Februari-Maret 2023 curah hujan diperkirakan kriteria menengah hingga tinggi. "Diprakirakan berakhirnya musim hujan April-Mei 2023."
Dia menjelaskan sampai saat ini secara umum DIY masuk dalam periode musim hujan. Tapi beberapa hari terakhir cuaca cerah disebabkan karena beberapa hal.
Lemahnya pergerakan monsun Asia atau angin baratan yang biasanya membawa hujan belum kuat. Dominasi angin di atas wilayah Jawa khususnya DIY berasal dari Selatan yang bersifat kering.
Berkembangnya pusat tekanan rendah di barat daya Sumatera dan di perairan Australia bagian Barat yang mengakibatkan massa udara tertarik di wilayah tersebut. Sehingga pembentukan awan-awan hujan di wilayah Indonesia bagian Barat dan khususnya wilayah DIY berkurang.
BACA JUGA: Terjepit Pintu Mobil, Eks Bupati Gunungkidul Badingah Terpaksa Dioperasi
"Suhu permukaan laut di selatan Jawa netral yang kurang signifikan dalam pembentukan awan-awan konvektif yang menyebabkan hujan."
BMKG memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat selama musim hujan dan masa peralihan yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem. Waspada pada genangan, banjir, hingga longsor khususnya di daerah rawan seperti bantaran kali. "Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.
Jadwal layanan SIM keliling di Kota Jogja hari ini Sabtu (9/10/2026) berlokasi di Alun-Alun Kidul malam hari.
Prakiraan cuaca Jogja 10 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu udara DIY berkisar 22–32°C dengan kelembapan mencapai 92%.
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Cek jadwal KSPN Jogja Sabtu 10 Oktober 2026 ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 10 Oktober 2026. Tarif normal Rp80.000 per penumpang.