Fadli Zon Berharap Seniman Pasifik Jadi Duta Budaya Indonesia
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, SLEMAN - Bayang-bayang resesi masih menghantui berbagai sektor di tahun 2023 ini. Oleh karena itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman melakukan antisipasi agar ekspor tidak anjlok tahun ini meski dibayangi resesi.
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan Disperindag sudah menemui para pakar eksportir. Untuk memetakan model produk apa yang masih dibutuhkan konsumen.
"Masukan ini akan jadi konsen kami meningkatkan kinerja ekspor. Kami harus tahu di luar itu trennya lagi apa, modelnya sedang seperti apa," ucapnya, Minggu (15/1/2023).
BACA JUGA : Ekspor Produk dari Sleman Tembus Rp1,2 Miliar selama 2022
Melalui berbagai pameran yang dihadiri banyak pembeli, Disperindag juga coba melihat apa saja kebutuhan mereka. Sejauh ini permintaan ekspor dari Sleman adalah fashion, mebel, makanan minuman, anyaman, hingga alat kesehatan.
"Ya kalau terkait resesi itu memang ada sedikit pertimbangan-pertimbangan. Dengan keyakinan bahwa produk yang diekspor dari Kabupaten Sleman adalah berkualitas bagus."
Mae berharap resesi tidak akan berdampak jauh pada kinerja ekspor Sleman. Disperindag, kata Mae, punya beberapa program peningkatan kapasitas.
"Secara langsung juga dengan Bea Cukai, pemeran dengan mendatangkan buyer juga kami kirim," lanjutnya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Sleman punya banyak potensi, dan akan terus ditingkatkan. Rata-rata adalah fashion, industri kreatif, dan lainnya. Dia berharap kinerja ekspor Sleman bisa terus naik dari tahun ke tahun.
BACA JUGA : Kualitas UMKM di Sleman Didorong Penuhi Kapasitas Ekspor
"Nanti ke depan semua kita kurasi yang ada di Sleman karena dengan ada potensi ini mencari data berapa UMKM," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 22 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Real Madrid menjamu RB Leipzig di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, hasil laga sebelumnya, dan peluang kedua tim.