Advertisement
PDIP Gunungkidul Perlu Ikut Tangani Stunting
Komisi VII DPR dari Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, saat mengikuti kegiatan dapur umum di Balai Padukuhan Ngunut Kidul, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Senin (23/1/2023). - Harian Jogja - ist
Advertisement
Harianjogja.com,GUNUNGKIDUL—Penanganan berkelanjutan terhadap stunting atau gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan gizi yang selama ini masih terjadi di Gunungkidul membutuhkan peran semua pemangku kepentingan, termasuk PDI Perjuangan.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, saat mengikuti kegiatan dapur umum di Balai Padukuhan Ngunut Kidul, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Senin (23/1/2023).
Advertisement
“PDIP menaruh perhatian serius pada permasalahan stunting ini. Berkali-kali ketua umum kami, Megawati Soekarnoputri, mendorong kader di seluruh Tanah Air berperan aktif memperjuangkan kebutuhan asupan gizi bagi ibu hamil dan anak balita karena tahap itu menentukan kualitas kesehatan berkelanjutan setiap orang untuk mewujudkan gagasan Bung Karno yang disebut Generasi Emas 2045,” katanya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin.
Karena itu, PDIP mengajak masyarakat bangkit melawan stunting dengan fokus pada pencegahan dan penanganan yang harus dapat diakselerasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai langkah progresif dengan mendayagunakan potensi yang terdapat dalam keluarga.
Kelor dipilih sebagai tempat berlangsungnya kegiatan dapur umum relawan Posko EW PDIP karena kalurahan itu masih menjadi yang tertinggi kasus anak balita mengalami gangguan pertumbuhan panjang dan tinggi badan berada di bawah standar.
Pada semester I 2022 terdapat tujuh puskesmas di Gunungkidul yang menangani kasus tertinggi stunting, yakni Puskesmas Karangmojo II, Puskesmas Gedangsari I, Puskesmas Ponjong II, Puskesmas Tepus I, Puskesmas Karangmojo II dan Puskesmas Patuk I.
Kegiatan dapur umum digagas politikus PDIP bertepatan dengan hari ulang tahun Megawati Soekarnoputri yang menyediakan kegiatan pengolahan bahan makanan bergizi berupa sayuran dan protein untuk ibu hamil, ibu menyusui, beserta anak balita.
Lurah Kelor, Suratman, membenarkan ada 30 anak balita dikategorikan mengalami stunting. Kalurahan sejauh ini telah menyikapi permasalahan itu dengan pemberian makanan tambahan setiap bulan bertepatan dengan kegiatan rutin penimbangan bayi posyandu yang jalan di tujuh padukuhan di Kelor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ditanya Soal Peran Jusuf Kalla Terkait Jokowi, Begini Respons Gibran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Wilayah di Jogja dan Sedayu Kena Pemadaman Listrik, Hari Ini
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
Advertisement
Advertisement








