Adhi Karya Bagi Susu Gratis ke Siswa SD Terdampak Tol Jogja Solo
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, KULONPROGO– Sejumlah bantuan sosial (bansos) bakal dikucurkan kepada masyarakat Kulonprogo tahun ini. Bentuk dan nominalnya beragam.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo, Yohanes Irianto sejumlah skema bantuan sosial akan dikucurkan kepada masyarakat sasaran pada tahun 2023 ini. Dana bantuan ini bersumber dari anggaran APBN dan APBD.
Salah satu program bansos yang akan dikucurkan pada 2023 adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Irianto menerangkan bansos reguler ini dengan komponen ibu hamil, anak, sekolah dan lansia yang jadi sasarannya. Bantuan ini bersumber dari APBN.
"Kemudian bansos sembako, tetap ada Bansos sembako Rp200.000 per bulan untuk yang masuk di DTKS dari Kemensos. Kalau tahun kemarin kan 49.000, yang sekarang [tahun ini] belum ada [data] jumlahnya yang kami terima," terangnya pada Kamis (26/1/2023).
Selanjutnya bansos bersumber dari APBN yang akan dikucurkan di Kulonprogo adalah Atensi. Dijelaskan Irianto, bansos Atensi kaitannya dengan disabilitas. Akan tetapi bantuan ini tidak rutin. "Tidak rutin, sesuai proposal, itu dari balai-balai yang ada," ujarnya.
"Kalau yang tahun kemarin ada [bansos] yatim piatu, di akhir tahun itu ada. Kemudian bantuan Pena. Pena itu juga tidak rutin bulanan, Pahlawan Ekonomi Nasional itu Pena. Mendapat bantuan Rp6 juta per orang. Kemudian Rumah Tidak Layak Huni [RTLH] itu dari Kemensos ada," jelasnya
Sementara dari kantong APBD, beberapa Bansos yang akan turun diberikan pada 2023 adalah satunya Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) APBD sebanyak 4.400 sasaran. Selain itu ada pula bantuan usaha untuk difabel sebanyak 100 orang masing-masing Rp3 juta dan 10 kelompok masing-masing Rp10 juta. Bantuan ini diambil dari Dana Insentif Daerah (DID) APBN yang sudah menjadi APBD.
"Kemudian ada balita telantar, kemudian penderes [penderes kelapa] yang mengalami kecelakaan, itu [bantuan] dari Dinas Sosial. Sementara itu di 2023," lanjutnya.
Beragam skema kucuran bansos ini diharapkan Irianto mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Program bansos dinilai sudah on the track lantaran untuk bansos sembako no- tunai dan BPNT APBD telah menggunakan komoditas pangan lokal. "Sehingga ini memberikan nilai tambah di petani," terangnya.
BACA JUGA: Peringatan untuk Para Suami! Pakar Sebut Budaya Patriarki sebagai Budaya Anti Keadilan
"Kebetulan bansos sembako yang di 2022 kemarin kan banyak yang tunai, langsung diterima berwujud uang. Walaupun itu uang, tetap juga menumbuhkan ekonomi walaupun membelinya tidak tentu komoditas pangan lokal. Tapi kan memberdayakan ekonomi masyarakat juga," tambahnya.
Secara rinci jumlah penerima beragam bantuan sosial belum semuanya keluar. Butuh validasi pada sasaran. Apakah sasaran yang bersangkutan masih tinggal di alamat tercantum, apakah sudah meninggal, apakah sudah mentas dari kemiskinan dan sebagainya.
"Kalau yang APBD kami sudah fix seperti yang berbuah difabel, BPNT APBD sudah fix. Kalau yang APBN jumlah fix-nya dari Kemensos," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta