Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Sejumlah pengendara melintas di salah satu titik kerusakan jalan di kawasan perbatasan Gunungkidul dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Senin (25/3/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat masih banyak jalan menuju destinasi wisata yang rusak. Meski demikian, untuk perbaikan juga sangat bergantung dengan kemampuan keuangan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan, upaya peningkatan kualitas layanan kepariwisataan terus dilakukan. Meski demikian, ia tidak menampik masih ada kendala, salah satunya terkait dengan akses ke destinasi wisata, khususnya kawasan pantai.
Aldian mengungkapkan, jalan rusak ke destinasi ada beberapa yang telah didata. Ia mencontohkan kerusakan terjadi di ruas Pantai Sadranan-Somadeng; Pantai Drini; Jungwok; Ngrenehan-Widodaren; Ngedan, Bukit Pengilon, Sedahan hingga Krokoh.
Selain itu, juga ada jalan masuk ke wisata air terjun Sri Getuk di Kalurahan Bleberan, Playen. “Ada juga jalan menuju Goa Cerme dan Gunung Ireng,” kata Aldian kepada Harianjogja.com, Kamis (2/2/2023).
Menurut dia, upaya perbaikan terus diajukan ke pemkab. Meski demikian, pelaksanaannya juga sangat bergantung dengan kemampuan keuangan daerah.
Selain itu, perbaikan juga membutuhkan pemetaan terkait dengan status jalan yang ada. “Memang masih perlu dipetakan lagi statusnya karena berkaitan dengan kewenangan. Apakah ini jalan desa, kabupaten, provinsi atau jalan nasional,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, tahun ini mendapatkan Alokasi Dana Khusus (DAK) sebesar Rp15 miliar. Sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat, pemanfaatan difokuskan untuk pembangunan guna mendukung sektor kepariwisataan.
BACA JUGA: Kabar Penculikan Anak di Sleman Marak, Pengamat: Ini Terror Factory!
Rencananya perbaikan untuk mendukung jalur wisata ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Perbaikan pertama di ruas Tawang-Serut di Kapanewon Patuk dan Gedangsari senilai Rp9,2 miliar. Selain itu, juga dipergunakan perbaikan ruas Sambipitu-Tawang.
“Sisanya sekitar Rp700 juta dipergunakan perbaikan di jalur wisata ke Kalisuci, tepatnya di ruas Karangmojo-Semanu,” kata Wadiyana.
Menurut dia, untuk bantuan DAK ada beberapa ruas jalur wisata yang ingin diperbaiki. Meski demikian, pagu anggaran yang diberikan belum bisa mengcover seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
“Misal ruas Karangmojo-Semanu sudah diusulkan dapat, tapi tidak ada muncul sehingga perbaikan belum bisa menyasar keseluruhan ruas yang rusak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Merti Keistimewaan DIY digelar sebulan dengan 298 kegiatan untuk memperingati 14 tahun UUK DIY dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.
Wacana dwikewarganegaraan yang disampaikan Prabowo masih sebatas gagasan. Pemerintah belum menyusun skema dan target penerapannya.