Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Komisi C DPRD Gunungkidul saat melihat kondisi jalan rusak penghubung Kapanewon Karangmojo-Semanu yang diberi sebutan wisata Jeglongan seribu. Rabu (4/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalur penghubung Karangmojo-Semanu di Gunungkidul sepanjang 5,3 kilometer rusak parah. Saking parahnya, warga sekitar menyebutnya dengan Wisata Jeglongan Seribu.
Salah seorang warga Karangmojo, Widodo, mengatakan jalur antara Karangmojo dan Semanu butuh perbaikan segara. Sebab, jalur sudah rusak parah sehingga rawan kecelakaan.
“Gara-gara jalan yang rusak, ada yang memasang spanduk yang isinya sindiran dengan menyembut jalur rusak sebagai Wisata Jeglongan Seribu,” kata Widodo, Rabu (4/1/2023).
Dia berharap pemkab segera memperbaikinya. Jalur tersebut juga menjadi akses menuju objek wisata seperti Kalisuci dan pantai di Kapanewon Girisubo. “Kondisinya sudah parah, pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketuaa Komisi C DPRD Gunungkidul, Dhemas Kursiswanto. Menurut dia, ruas jalan Karangmojo sepanjang 4,3 kilometer. Adapun kerusakan mencapai 80% dari total ruas di jalan tersebut.
“Kondisinya memang rusak parah. Apalagi kondisi tanahnya juga bergerak sehingga menambah parah tingkat kerusakan,” katanya.
Dhemas menjelaskan sudah ada koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul. Rencananya perbaikan dilaksanakan di tahun ini.
“Tadi bersama-sama dengan DPUPRKP melihat secara langsung ke lokasi yang dikenal sebagai Wisata Jeglongan Seribu ini. berdasarkan perencanaan di 2023, jalur Karangmojo-Semanu masuk prioritas untuk perbaikan,” katanya.
BACA JUGA: Pukat UGM Minta Polisi Perdalam Motif Maling Laptop Jaksa KPK yang Buang Hasil Curiannya
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, perbaikan jalan rusak Karangmojo-Semanu sudah masuk agenda tahun ini. Total anggaran perbaikan yang dialokasikan sebesar Rp1,6 miliar.
Anggaran bersumber dari Dana Alokasi (DAK) Fisik sebesar Rp700 juta. Adapun sisanya sekitar Rp900 juta berasal dari Pagu Wilayah Indikatif Kapanewon (PIWK) 2023 yang dialokasikan untuk Kapanewon Karangmojo.
“Jadi perbaikannya akan dimulai dari wilayah Karangmojo terlebih dahulu kemudian lanjut ke Semanu,” kata Yana.
Ia mngatakan anggaran yang dimiliki pemkab masih sangat terbatas sehingga perbaikan jalan rusak dilakukan secara bertahap. DPUPRKP Gunungkidul sudah mengusulkan perbaikan jalur Karangmojo-Semanu memakau DAK fisik dari Pemerintah Pusat. Namun usulan yang diajukan tidak disetujui.
“Tahun ini DAK Fisik hanya mendapat Rp15 miliar. Semuanya habis untuk perbaikan di jalur wisata Nglanggeran sebesar Rp14,3 miliar dan sisanya Rp700 juta dipergunakan perbaikan di jalur Karangmojo-Semanu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.