Advertisement
Jalan Putus Srikeminut Imogiri Dirancang Permanen, Butuh Rp5 Miliar
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mulai mematangkan rencana penanganan permanen jalan putus di Dusun Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri. Penanganan jangka panjang tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran cukup besar, berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar, seiring kompleksitas kondisi geologis di lokasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Simbolon, menyampaikan kajian teknis yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan konsep penanganan permanen tidak jauh berbeda dengan langkah darurat yang sebelumnya diterapkan. Perbedaan utama terletak pada peningkatan kekuatan dan kualitas konstruksi.
Advertisement
“Pada penanganan permanen nanti ada peningkatan grade konstruksi. Salah satu opsi yang dikaji adalah penggunaan mini pile, tetapi itu perlu pertimbangan karena menyangkut struktur beton dan waktu pengerjaan,” ujar Jimmy, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, proyek penanganan permanen ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Namun, penerapan struktur beton seperti mini pile membutuhkan perencanaan yang sangat matang karena proses pengerjaannya lebih lama dan memerlukan biaya yang cukup besar.
BACA JUGA
Selain opsi tersebut, DPUPKP Bantul juga mengkaji kemungkinan penggantian tanah di area terdampak dengan tanah timbunan. Langkah ini bertujuan mengurangi beban pada konstruksi eksisting serta menekan potensi pergerakan tanah di masa mendatang.
“Rekomendasi lain juga berupa pemasangan semacam jaring atau sistem drainase khusus agar air bisa lolos dan tidak tertahan di struktur. Prinsipnya tetap pengendalian air,” jelasnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Jimmy menegaskan penanganan permanen belum dapat dilakukan pada tahun ini. Hal tersebut disebabkan proses perencanaan anggaran yang harus diajukan jauh hari sebelumnya dan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Realisasi penanganan permanen ditargetkan baru bisa dilakukan pada 2027.
Jalan di Dusun Srikeminut diketahui mengalami putus total pada 21 November 2025 akibat hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar. Kejadian ini bukan kali pertama, mengingat karakteristik tanah di kawasan tersebut dinilai rawan longsor, ditambah posisi badan jalan yang berbatasan langsung dengan Sungai Oyo. Pada akhir 2025 lalu, penanganan darurat telah dilakukan agar akses warga kembali terbuka.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menjelaskan kondisi tanah di lokasi didominasi tanah lempung yang mudah bergerak ketika jenuh air, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Tanah lempung kalau jenuh air cenderung mendesak ke bagian yang lebih lunak. Ini yang memicu pergerakan tanah dan longsoran,” kata Mujahid.
Menurutnya, langkah penanganan sementara yang dilakukan DPUPKP sudah tepat karena menitikberatkan pada pengendalian aliran air. Pembangunan gorong-gorong diarahkan untuk mengalirkan air dari area persawahan, perbukitan, serta sumber mata air di sekitar lokasi agar tanah tidak terus-menerus berada dalam kondisi jenuh.
“Kalau airnya bisa dikendalikan, risiko pergerakan tanah bisa ditekan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ahok Tegaskan Tak Kenal Riza Chalid di Sidang Korupsi Minyak Pertamina
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Selasa 27 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 27 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Penataan Pantai Sepanjang Dinilai Sukses, DPRD Dorong Perluasan
- UMK Bantul Naik, Disnakertrans Intensifkan Pengawasan Perusahaan
- Status Siaga Bencana Gunungkidul Diperpanjang hingga 31 Maret 2026
Advertisement
Advertisement



