Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Salah satu pedagang cabai di Pasar Bringharjo. Harian Jogja/Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak nyata terhadap dinamika harga dan ketersediaan sayur mayur di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. Dalam sepekan terakhir, pedagang mencatat adanya penurunan pasokan sejumlah komoditas yang diiringi kenaikan harga akibat tingginya serapan dari penyedia MBG.
Pedagang sayur Pasar Beringharjo, Ida Habibah, menyebut permintaan dalam jumlah besar dari penyedia MBG membuat distribusi sayuran ke pasar tradisional tidak lagi optimal. Kondisi tersebut menyebabkan pedagang kesulitan mendapatkan stok seperti biasanya, sehingga harga beberapa jenis sayuran ikut terdongkrak.
“Untuk MBG itu pengaruh sekali. Mereka berani ambil stok banyak dan dengan harga lebih tinggi. Akhirnya barang di pasar jadi kebagian sedikit,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Menurut Ida, sejumlah komoditas yang paling banyak diserap oleh program MBG meliputi bunga kol, brokoli, buncis, labu siam, jagung manis, kentang, terong, serta wortel. Dari daftar tersebut, bunga kol dan brokoli menjadi komoditas yang kenaikan harganya paling terasa dalam beberapa hari terakhir.
“Harga bunga kol dan brokoli naik Rp5.000 sampai Rp10.000 per kilo. Stok juga menurun drastis. Biasanya pedagang bisa stok sampai satu setengah kuintal, sekarang cuma sekitar 50 kilo,” katanya.
Selain tingginya serapan MBG, Ida juga menilai faktor cuaca ekstrem dan banjir di sejumlah daerah penghasil turut memengaruhi kelancaran distribusi pangan ke Yogyakarta. Meski demikian, ia menegaskan kontribusi MBG terhadap ketatnya persaingan pasokan sayur di pasar tradisional saat ini tergolong signifikan.
Untuk komoditas cabai, Ida menyampaikan kondisi yang relatif berbeda. Sebagian besar jenis cabai justru mengalami penurunan harga. Cabai keriting saat ini berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, sementara cabai rawit mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp35.000 menjadi Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram.
Ia memperkirakan potensi kenaikan harga masih terbuka dalam waktu ke depan, terutama apabila cuaca ekstrem berlanjut dan permintaan meningkat menjelang bulan Ramadan, termasuk dari kebutuhan program MBG yang masih berjalan.
“Kalau cuaca tidak ekstrem, kemungkinan kenaikannya tidak besar. Tapi kalau permintaan terus tinggi, terutama dari MBG, pasar bisa kembali tertekan,” katanya.
Sementara itu, dari sisi konsumen, dampak kenaikan harga mulai dirasakan pembeli. Wati, warga Glagasari, mengaku harus menyesuaikan anggaran belanja harian karena harga beberapa bahan pangan mulai naik, terutama bawang merah, meskipun sayuran lain masih relatif stabil di pasaran.
“Kalau sayuran lain masih biasa, tapi bawang merah sudah terasa naik. Belanja jadi disesuaikan sama budget,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.