Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Vaksinasi Booster I dan cek kesehatan gratis yang dilangsungkan di Balai Kelurahan Jajar /Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul mengklaim vaksinasi corona masih jalan terus meski status PPKM telah dicabut oleh Pemerintah Pusat. Namun demikian, intensitas vaksin tak sekencang pada saat pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pandemi corona belum sepenuhnya hilang, meski status PPKM telah dicabut. Upaya pencegahan terus dilakukan hingga sekarang karena potensi penularan tetap ada di masyarakat.
Salah satu pencegahan dilakukan dengan tetap menjalankan program vaksinasi corona. “Sekarang kami juga melayani vaksinasi booster untuk tahap kedua,” kata Dewi, Kamis (2/2/2023).
Dia menjelaskan, untuk stok vaksin tidak ada masalah dan layanan dibuka di setiap puskesmas di Gunungkidul. Meski demikian, Dewi mengakui pelaksanaan vaksinasi sekarang tidak sekencang pada saat vaksin pertama dan kedua.
“Tetap jalan, tapi tidak seramai dengan saat awal-awal program vaksinasi dijalankan,” katanya.
Dewi juga berharap kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi penularan virus corona. adapun caranya tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, meskipun status PPKM telah resmi dicabut. “Kami tetap mengimbau ke masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sri Agus Wahyono menambahkan, kasus penularan corona masih terjadi. Meski tidak sebanyak pada saat awal terjadinya pandemi, namun hingga sekarang masih ada yang dirawat di rumah sakit.
Dia menjelaskan, pada Kamis terdapat enam warga Gunungkidul yang berstatus pasien aktif corona. Empat orang menjalani perawatan secara mandiri, sedangkan dua orang lainnya terpaksa harus dirawat di rumah sakit. “Yang dua orang pasien aktif sedang menjalani perawatan di RSUD Wonosari,” katanya.
Meski tren kasus relative terkendali, Agus mengakui sudah membuat instruksi ke rumah sakit agar tetap siaga. “Kesiapsiagaan dibutuhkan untuk sewaktu-waktu merawat pasien corona yang membutuhkan pertolongan lanjutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Dugaan pelecehan seksual di SMAN 1 Sentolo mendapat sorotan My Esti Wijayati yang mendesak sanksi tegas dan perlindungan bagi siswa pelapor.
Konsumsi makanan manis dapat meningkatkan risiko karies. Pakar menjelaskan bagaimana serat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.
Sebanyak 1.999 SPPG ditutup sementara karena belum mendaftarkan SLHS. Pakar UMY mengingatkan pentingnya pengawasan rutin keamanan MBG.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Galeri24 Rp2,584 juta, Antam Rp2,678 juta, dan UBS Rp2,61 juta per gram.