Rumah Studi De Britto Jadi Ruang Belajar Karakter di Tengah Era AI
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Sejumlah nelayan menghitung hasil tangkapan bersama pengepul ikan di Pantai Congot, Kamis (4/10/2018)./Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo menggelontorkan Rp771 juta untuk sarana prasarana budidaya bagi 19 kelompok budi daya jkan (Pokdakan) dan Rp193 juta untuk sarpras pengolahan ikan bagi enam kelompok pengolahan ikan melalui Dana Keistimewaan.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan DKP Kulonprogo, Ghufron Said Priyono mengatakan jawatannya memiliki program pengelolaan perikanan tangkap, pengelolaan perikanan budi daya dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan.
“Nanti di dalamnya ada beberapa bantuan untuk Kelompok Usaha Perikanan [KUP]. Kalau untuk peningkatan produksi perikanan budi daya nama programnya adalah program pengelolaan perikanan budidaya. Di perikanan budi daya nanti kami bantu sarpras produksi, kolam terpal, bibit, dan pakan. Dananya nanti dari APBD, PEN, DID,” kata Ghufron dihubungi pada Sabtu (4/2/2023).
Ghufron mengatakan dari sumber Dana Keistimewaan ada 19 kelompok yang akan diberi bantuan sarana prasarana budidaya ikan. Lalu, ada tujuh kelompok yang akan diberi sarana prasarana pengolahan ikan. Per kelompok akan mendapat setidaknya Rp25 sampai Rp35 juta. Dana tersebut berasal dari Dana Keistimewaan. Sarpras tersebut akan diserah-terimakan pada triwulan kedua tahun 2023.
“Tidak berhenti hanya di bantuan sarpras. Kami juga akan membangun TPI HEBAT di Congot,” katanya.
Ghufron menjelaskan bahwa upaya yang jawatannya lakukan tersebut, salah satunya, bertujuan untuk meningkatkan angka konsumsi ikan.
“Di tahun 2021, angka konsumsi ikan masyarakat Kulonprogo itu 28,78 kilogram per kapita per tahun. Sementara untuk tahun 2022, kami belum memiliki angkanya. Soalnya kami masih menunggu hasil dari Susenas. Malah bisa angkanya muncul akhir tahun 2023,” ucapnya.
DKP Kulonprogo juga terus menggalakkan kampanye makan ikan lewat program gemar ikan. Selain itu, mereka juga mendekatkan cara pengolahan ikan kepada masyarakat.
“Kampanye makan ikan di sekolah-sekolah dan posyandu kami giatkan. Pameran produk olahan juga akan kami adakan. Begitupun juga lomba masak serta cipta menu akan kami adakan,” lanjutnya.
DKP Kulonprogo menetapkan targer 450 orang untuk program gemar ikan.
“Pada prinsipnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo siap dan sangat mendukung untuk peningkatan produksi ikan dengan memberikan bantuan sarana-prasarana produksi baik untuk perikanan budidya, perikanan tangkap, maupun pengolahan. Itu semua endingnya peningkatan produksi dan konsumsi ikan di Kulonprogo,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Kejagung menerbitkan sprindik baru untuk Febrie Adriansyah. Peluang pengajuan praperadilan kini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.