46 Sekolah di Gunungkidul Belum Cairkan Dana Revitalisasi dari Pusat
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.
Seorang pengendara motor melintas di jembatan Pucung yang rusak akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu. Foto diambil Selasa (7/2/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Jembatan Pucung di Kalurahan Candirejo, Semin terputus akibat diterjang banjir bandang pada pertengahan November 2022 lalu.
Meski demikian, hingga sekarang kerusakan tersebut belum juga diperbaiki.
Salah seorang warga Pucung, Mursidi mengatakan Jembatan Pucung masih rusak karena belum ada tanda-tanda diperbaiki. Untuk aktivitas, warga sudah bekerjabakti dua kali.
Perbaikan pertama hanya dengan memasang anyaman bambu. Adapun perbaikan kedua lebih diperkuat karena dipasang papan kayu sehingga akses warga lebih mudah.
“Beberapa hari setelah putus, warga langsung kerja bakti membuat jembatan darurat. Tetapi, harapannya ada pengganti yang lebih permanen,” katanya, Selasa (7/2/2023).
Menurut Mursidi, Jembatan Pucung rusak bersamaan terjadinya longsor di Dusun Blembem, Candirejo yang menyebabkan dua warga meninggal dunia pada 19 November 2022 lalu.
Sehari sebelum musibah terjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir dan menimbulkan sejumlah kerusakan.
Salah satunya Jembatan Pucung terputus karena sebagian badan jembatan lepas diterjang banjir. “Sejak peristiwa terjadi hingga sekarang belum ada tanda-tanda diperbaiki secara permanen. Kami berharap, perbaikan bisa segera dilakukan,” kata dia.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pasca jembatan putus sudah melakukan kajian terkait dengan upaya perbaikan.
Diperkirakan total biaya pembangunan ulang mencapai Rp1,5 miliar.
Menurut dia, hasil kajian sudah diserahkan ke BPBD Gunungkidul. Oleh karenanya, proses perbaikan diserahkan ke OPD tersebut.
“Memang butuh koordinasi lanjutan karena status jalan meruapakan jalan kalurahan,” katanya.
Wadiyana menambahkan, pendataan tidak hanya menyangkut jembatan rusak, tapi juga ada fasilitas umum lainnya yang ikut didata. “Hasil sudah kami serahkan dan perbaikan kewenangan ada di BPBD,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, perbaikan Jembatan Pucung masih dalam proses perencanaan. Dia belum bisa memastikan kapan terealisasi, tapi akan berusaha melaksanakannya melalui mekanisme anggaran mendahului perubahan.
“Masih dikaji dan perbaikan tetap akan dilakukan. Mudah-mudahan bisa segera terlaksana secepatnya,” kata Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.
Polres Gunungkidul mengungkap dua kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Polisi mengamankan dua truk, 12 barcode, dan 35 pelat nomor.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis di I.League Cup 2026/2027. Pieter Huistra memuji penampilan para pemain muda Super Elang Jawa.
Administrasi Risto Vidakovic belum rampung. Guntur Cahyo Utomo masih memimpin PSIM saat menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung.
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.
KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita memimpin pemakaman Kapten Nurhafiz di Semarang setelah gugur dalam kecelakaan heli MI-17 saat operasi karhutla.