Reys Mediterranean Kitchen Buka di Jogja dengan Konsep Penuh Warna
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, JOGJA — Di sejumlah daerah, sempat terjadi kelangkaan stok Minyakita, tak terkecuali di DIY. Terkait dengan itu, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan penyebabnya adalah karena minimnya suplai minyak goreng produksi negara itu ke DIY.
Setelah kelangkaan tersebut, Pemda DIY mengevaluasi penyebabnya. Dari evaluasi tersebut, ditemukan penyebab kelangkaan minyak di DIY karena distribusi yang tidak lancar sehingga jumlah minyak yang ada di DIY mengalami kekurangan.
“Setelah kami evaluasi memang minyak kita itu ada suplai yang kurang karena faktor distribusi dan itu bukan ada di DIY. Tentu itu nasional,” katanya.
BACA JUGA: KPPU Tegaskan Larangan Penjualan Minyakita dengan Akal-akalan Produk Lain
Kemudian, Kadarmanta menyampaikan telah menghubungi perusahaan produsen Minyak Kita serta distributor agar kebutuhan Minyakita DIY dicukupi. “Sebelumnya kan Minyakita sudah banyak ditemukan di DIY. Jadi itu karena distribusi yang enggak lancar saja,” katanya.
Kadarmanta sampaikan terkait dengan adanya wacana membeli Minyakita dengan menunjukkan KTP, menurutnya kebijakan tersebut belum diterapkan di DIY. “Saya kira belum perlu [membeli menggunakan KTP] kita lakukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Prabowo ungkap kerugian ekspor RI capai Rp15.400 triliun akibat praktik curang seperti under-invoicing dan manipulasi data.
Minum susu sebelum tidur punya manfaat untuk relaksasi, tapi bisa picu asam lambung dan kembung pada sebagian orang.
BBGRM Kulonprogo 2026 berakhir, swadaya warga tembus Rp16,6 miliar. Infrastruktur dan pemberdayaan jadi fokus utama.