Advertisement

Coreng Citra Jogja, Begini Pengaruh Klitih terhadap Sektor Wisata

Yosef Leon
Minggu, 12 Februari 2023 - 06:47 WIB
Budi Cahyana
Coreng Citra Jogja, Begini Pengaruh Klitih terhadap Sektor Wisata Wajah lima pelaku klitih atau kekarasan jalanan di Titik Nol Jogja diperlihatkan di Mapolresta Jogja, Jumat (10/2/2023). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Insan pariwisata Jogja sambat soal insiden kekerasan jalanan atau yang lebih dikenal dengan fenomena klitih di kawasan Titik Nol Jogja beberapa waktu lalu. Peristiwa yang telah diungkap jajaran kepolisian itu dinilai mencoreng citra pariwisata Jogja. 

"Klitih ini kan sangat identik dengan Jogja dan sepertinya hanya ada di Jogja padahal kalau kita ganti kata itu dengan kejahatan jalanan atau dengan yang lain, di wilayah lain juga ada," kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendara dalam acara Media Night Out dilihat Jumat (10/2/2023). 

Advertisement

Menurut Bendara, dampak yang dimunculkan dari insiden itu berimbas pada citra pariwisata di wilayahnya. Padahal belum lama ini Jogja menjadi tuan rumah Asean Tourism Forum (ATF) guna mengangkat potensi sektor itu setelah dihantam pandemi. Kekerasan jalanan membuat upaya mempromosikan wisata Jogja dan sekitarnya terhambat

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia DIY Bobby Ardiyanto Setyo Aji mengapresiasi upaya kepolisian yang dalam waktu singkat mengungkap dan menangkap pelaku insiden itu. Tindakan ini menurutnya sesuai dengan konsep pariwisata Jogja yang kini mengusung road to Jogjakarta as responsibility tourism. 

"Kami juga akan perkuat untuk kolaborasi dengan petugas keamanan, makanya tidak ada alasan lagi bagi kejahatan atau aksi kekerasan yang memberikan dampak bagi sektor pariwisata kita," ujar dia. 

Bobby juga mengaku heran dengan upaya masyarakat yang seolah membiarkan insiden klitih terus berkembang. Dalam insiden cekcok yang terjadi di Titik Nol Jogja itu, suasana di lokasi kejadian menurutnya masih cukup ramai namun tak satu pun warga yang melaporkan ke aparat. 

"Ini jadi otokritik saya bagi masyarakat Jogja. Karena mesin penggerak ekonomi Jogja itu hanya dua yakni pendidikan dan pariwisata. Kalau dari sisi keamanan ini tidak kita jaga maka mesin itu akan mati, orang tidak akan percaya kalau fenomena ini tidak bisa kita bendung," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik Dugaan Penggelembungan Harga APD Covid-19

News
| Sabtu, 20 April 2024, 14:17 WIB

Advertisement

alt

Kota Isfahan Bukan Hanya Pusat Nuklir Iran tetapi juga Situs Warisan Budaya Dunia

Wisata
| Jum'at, 19 April 2024, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement