Advertisement

Sudah Masuk Musim Panen, Nelayan Gunungkidul Malah Paceklik Ikan

David Kurniawan
Rabu, 22 Februari 2023 - 06:37 WIB
Budi Cahyana
Sudah Masuk Musim Panen, Nelayan Gunungkidul Malah Paceklik Ikan Ilustrasi nelayan di Gunungkidul, Selasa (2/8/2022). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Gunungkidul sedang paceklik ikan sejak awal tahun ini.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, mengatakan sudah banyak nelayan yang mengeluh karena hasil tangkapan minim. Ia mencontohkan, nelayan Ngandong yang berangkat melaut pada Selasa (20/2/2023) menggunakan tiga perahu, tetapi hasil yang didapat hanya sekitar lima kilogram.

Advertisement

“Tadi pagi coba memancing dan berangkat tiga kapal, tapi hasilnya juga nihil,” kata Rujimanto, Rabu (21/2/2023).

Menurut dia, paceklik ikan sudah berlangsung sejak awal tahun ini. Keluhan tidak hanya disuarakan oleh nelayan Gunungkidul. Nelayan dari Pacitan hingga Cilacap juga merasakan kesulitan sama.

“Saya bicara untuk nelayan perahu mesin tempel [jukung] seperti di Gunungkidul dan semua keluhannya sama. Hasil tangkapan minim.  Kalau kapal besar sudah punya tempat menangkap ikan tersendiri,” katanya.

Rujimanto menilai berdasarkan perhitungan hari, seharusnya pada sekarang sudah musim ikan seperti layur, bawal, hingga tengiri. Kendati demikian,.

“Seperti tidak ada. Toh kalau dapat hanya kebetulan karena besoknya diulang, banyak yang pulang dengan tangan hampa,” katanya.

Dampak dari sulitnya menangkap ikan membuat para nelayan yang berhenti melaut. “Banyak yang berhenti karena kalau tetap melaut semakin rugi karena hasil yang didapat tidak pasti,” katanya.

BACA JUGA: Wuih! Produksi Sampah di Gunungkidul Kini Sudah Tembus 50 Ton Per Hari

Ia memperkirakan panceklik karena pengaruh dengan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sejak 2022 lalu. “Mungkin ini dampaknya. Tapi, mudah-mudahan kondisi cepat pulih dan ikan tangkapan nelayan bisa melimpah,” katanya.

Hal senada disuarakan oleh Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Sumardi. Menurut dia, ikan sulit ditangkap pada saat sekarang ini.

“Harusnya sudah masuk musim panen, tapi ikan sulit dicari seperti menghilang dari perairan,” kata Sumardi.

Kondisi ini diperparah dengan cuaca buruk dalam dua pekan terakhir membuat nelayan tak berani mencari ikan hingga ke tengah laut. “Mereka khawatir disapu ombak saat melaut. Hasil, tangkapan ikan terus menurun,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BMKG: Hujan Lebat Terjadi di 32 Provinsi Termasuk DIY

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement