Antrean Pasien Jadi Keluhan, Puskesmas Sleman Evaluasi Layanan
Antrean pasien menjadi sorotan di Puskesmas Sleman. Evaluasi layanan dan inovasi pendaftaran online disiapkan untuk kurangi waktu tunggu.
Fajar sedang menunjukkan wilbin tempat penampungan sementara limbah medis di PMI Bantul pada Sabtu (25/2/2023). /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, BANTUL—Limbah medis yang dihasilkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul mencapai lebih dari 200 kilogram per bulan. Guna mengelola limbah medis termasuk di dalamnya kategori B3, PMI Bantul bekerja sama dengan pihak ketiga
Kepala Bidang Administrasi dan Keuangan PMI Bantul, Fajar Taufiq memastikan bahwa limbah B3 yang diproduksi aman. Mulai dari pengelolaan sampai pengolahan dilakukan secara cermat.
“Syarat akumulasi limbah medis dari pihak ketiga itu minimal 200 kilogram per bulan. Nah, jumlah limbah medis kami yang kalau diakumulasikan dalam satu bulan itu mencapai lebih dari 200 kilogram,” kata Fajar ditemui di PMI Bantul pada Sabtu (25/2/2023).
BACA JUGA : DIY Bangun Sistem Pengelolaan Limbah Medis
Fajar mengatakan terdapat beberapa tahap sebelum limbah medis tersebut dibawa oleh pihak ketiga untuk diolah seperti limbah medis harus dibungkus dengan plastik kuning khusus dengan berbagai tahapan yang aman. Oleh karena itu ia memastikan sangat berbeda dengan pengelolaan yang terjadi di suatu daerah yang sempat viral akibat temuan limbah medis berupa kantong darah HIV.
“Jadi ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum limbah tersebut dibawa pihak ketiga seperti penggunaan plastik kuning untuk menandai bahwa itu limbah medis. Sangat berbeda dengan apa yang baru saja terjadi di Bangkalan, Jawa Timur. Limbah medis di sana itu kemarin pakai plastik hitam dimasukkan dalam kardus, itu tidak boleh,” katanya.
Fajar menjelaskan limbah medis tidak boleh dilakukan dua kali packing. Apabila terdapat seseorang memasukkan limbah tersebut ke plastik hitam, maka plastik tersebut tidak boleh dilepas. Sebagai gantinya plastik kuning khusus akan merangkap plastik hitam tersebut.
Jika dilakukan packing ulang, maka terdapat kemungkinan seseorang akan terkena bakteri yang ada pada limbah medis tersebut. Selama proses kerja sama dengan pihak ketiga mendapat beberapa fasilitas seperti lima wilbin dengan kapasitas 200 liter dan lemari pembeku.
BACA JUGA : Pandemi Covid-19 Munculkan Persoalan Limbah Medis
Lemari pembeku tersebut sangat berguna untuk membekukan sisa darah ada pada peralatan atau perlengkapan medis seperti selang donor darah. Dengan begitu, darah yang kemungkinan infeksius tersebut tidak akan membahayakan orang lain. Sementara tiap wilbin tersebut digunakan untuk menampung limbah medis dengan kategori yang berbeda-beda. Guna meminimalisasi kemungkinan salah angkut antara limbah medis dan non medis, PMI Bantul memisahkan dua tempat penampungan sampah tersebut
“Harapan kami adalah dengan adanya freezer atau lemari pembeku ini kan, darah tersebut tidak akan tercecer. Terlebih tidak akan busuk juga darah itu. Dengan begitu juga petugas dari pihak ketiga tidak akan banyak terkontaminasi,” katanya.
.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Antrean pasien menjadi sorotan di Puskesmas Sleman. Evaluasi layanan dan inovasi pendaftaran online disiapkan untuk kurangi waktu tunggu.
Menpar Widiyanti memastikan kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta menghadapi lonjakan wisatawan saat libur sekolah 2026.
Pemerintah mulai menerapkan aturan baru DHE SDA pada 1 Juni 2026. Eksportir nonmigas wajib menempatkan 100% devisa hasil ekspor di dalam negeri.
Badan Gizi Nasional menghentikan sementara 11 dapur MBG di Magetan karena sistem IPAL dinilai belum memenuhi standar pengelolaan limbah.
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kian mengkhawatirkan. Lebih dari 900 kasus suspek dan 223 kematian dilaporkan.
Video baling-baling pesawat Wings Air diikat kabel ties viral di media sosial. Maskapai memastikan prosedur tersebut sesuai standar keselamatan penerbangan.