PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Operator dari Disdukcapil Gunungkidul saat membantu proses aktivasi KTP digital untuk pegawai di lingkup Sekretariat DPRD Gunungkidul, Selasa (21/2/2023)./Istimewa-Disdukcapil Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus melakukan sosialisasi dan aktivasi identitas kependudukan digital atau KTP digital.
Layanan tidak hanya dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Pengaktivan juga bisa dilakukan di kapanewon.
Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinasi Kelompok Substansi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan, Disdukcapil Gunungkidul, Anton Wibowo, mengatakan program KTP digital sudah mulai diberlakukan. Warga pun dipersilakan mengurus ke kapanewon (kecamatan) atau Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul.
Menurut dia, pengurusan KTP digital sangat mudah karena prosesnya tidak beda jauh dengan pengajuan pinjaman online. Syarat utama mengurusnya, yakni memiliki smartphone serta sudah memiliki KTP-el.
“Nanti tinggal download di Playstore, isi data terus scan barcode di kapanewon atau kantor dukcapil. Selain itu, ada juga verifikasi data dengan swafoto yang diunggah ke aplikasi,” katanya, Minggu (26/2/2023).
Anton menjelaskan progam Identitas Kependudukan Digital (IKD) tidak menghilangkan fungsi KTP-el. Pasalnya, keduanya saling melengkapi karena untuk KTP digital lebih mempermudahkan dan memiliki fungsi yang sama.
“KTP-el tetap berlaku. Salah satunya mengantisipasi warga yang belum terjangkau IKD, misalnya para lansia dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut dia, program KTP digital akan terus disosialisasikan ke masyarakat secara luas. Sebab, ada target dari Pemerintah Pusat sebanyak 25% dari pemilik KTP-el mengikuti program ini.
“Ini masih baru, jadi kami akan terus sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
Anton mengaku aktivasi di kalurahan belum bisa dilakukan karena harus mengakses ke Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Adapun layanan administrasi kependudukan di kalurahan selama ini baru sebatas perantara untuk membantu pengurusan secara online ke disdukcapil.
“Belum bisa dan paling dekat aktivasi di kantor kapanewon,” katanya.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul Markus Tri Munarja mengatakan program KTP digital sudah berjalan. Selain terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, di tahap awal juga menyasar para pegawai di lingkup Pemkab Gunungkidul.
“Sudah ada jadwal untuk aktivasi bagi Aparatur Sipil Negara [ASN] di lingkup pemkab dengan mendatangi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah [OPD],” katanya.
Ia berharap proses aktivasi KTP digital ini dapat berjalan dengan lancar sehingga target yang dibebankan oleh Pemerintah Pusat bisa terpenuhi. “Terus kami lakukan sosialisasi ke masyarakat sehingga program bisa tersampaikan dan dengan suka rela bisa mengikutinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Nvidia luncurkan chip Vera, prosesor revolusioner khusus untuk agentic AI. Siap dukung era miliaran pekerja digital otomatis dengan potensi pasar Rp3.400 triliu
Tesla memastikan Roadster 2.0 diproduksi di Giga Texas, tetapi jadwal peluncurannya kembali memicu keraguan publik.
BTS dominasi AMA 2026 dengan tiga piala, sementara Taylor Swift pulang tanpa penghargaan di malam penuh kejutan Las Vegas.
Polisi membongkar sindikat curanmor lintas pulau dari Jogja ke Sumatera, empat motor diamankan di Pelabuhan Bakauheni.
Bojan Hodak resmi mundur dari kursi pelatih Persib Bandung usai hattrick juara Liga Indonesia. Igor Tolic ditunjuk sebagai pengganti.