Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Ilustrasi./Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Perjalanan Kabupaten Gunungkidul meraih penghargaan Adipura masih panjang. Pasalnya, penghargaan yang diterima Pemkab Gunungkidul dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (28/2/2023), baru sebatas Sertifikat Adipura.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan pemberian sertifikat Adipura merupakan bentuk penghargaan atas komitmen dalam upaya pengelolaan sampah dan keteduhan di Kota Wonosari. Menurut dia, penghargaan yang diterima terus meningkat karena sebelumnya hanya sebatas plakat Adipura.
“Memang berjenjang karena penghargaan tertinggi dalam bentuk piala dan adipura kencana,” kata Hary, Rabu (1/3/2023).
Menurut dia, untuk meraih penghargaan puncak membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena butuh proses dan komitmen bersama. Ada sejumlah indikator yang harus dicapai seperti kebersihan dan keteduhan, capaian kinerja dalam pengurangan dan penanganan sampah.
BACA JUGA: Kota Jogja Berharap Terima Penghargaan Adipura Lagi
Selain itu, juga ada laporan kinerja dari Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) hingga adanya program penangulangan guna mendukung kebijakan strategi nasional maupun di daerah.
“Jadi prosesnya masih panjang. Contohknya untuk laporan TPAS, pengolahannya tidak boleh salah, baik itu yang menggunakan model saniltary landfill atau open dumping,” katanya.
Meski demikian, Hary mengakui dengan penghargaan sertifikat adipura memberikan motivasi untuk meraih target yang lebih tinggi. Dia pun berharap adanya partisipasi aktif dari masyarakat serta koordinasi lintas sektoral guna meraih piala atau Adipura.
“Tentunya menjadi kebanggaan pemerintah dan masyarakat untuk mendapatkan adipura kencana, tapi butuh komitmen bersama untuk meraihnnya. Doakan semoga bisa dicapai secepatnya,” kata mantan Sekretaris Satpol PP ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.
Xavi Hernandez mengkritik jadwal internasional yang membuat Belanda menjalani empat laga UEFA Nations League dalam 11 hari.
Basement Transhome Sleman masih mengeluarkan asap dan bersuhu tinggi. Petugas melakukan pendinginan serta pemantauan dari luar.