Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Aktivitas kendaraan di sekitaran Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen, Senin (26/9/2022). Rencananya pohon-pohon di jalur ini akan dipotong karena terdampak penataan wajah kota Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 150 pohon di sepanjang jalan dari Bundaran Siyono hingga Kranon di Kalurahan Kepek, Wonosari, Gunungkidul, bakal ditebang. Penebangan menjadi bagian penataan wajah kota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan penataan wajah kota tahap pertama sudah dimulai. Total anggaran yang dibutuhkan untuk menata mulai dari Bundaran Siyono sampai Kranon sebesar Rp7,6 miliar.
“Pagunya sekitar Rp9,4 miliar, tapi setelah lelang untuk pembangunan menghabiskan anggaran Rp7,6 miliar,” kata Irawan, Senin (27/9/2022).
Dia menjelaskan 150 pohon di pinggir jalan akan ditebang. “Untuk penebangan kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul,” katanya.
Menurut Irawan pemotongan dilakukan karena beberapa alasan. Salah satunya karena pembuatan jalur pedestrian. Selain itu, jenis hingga besaran pohon akan diseregamkan. Pohon-pohon akan ditebang lantaran tidak seragam dan ukurannya berbeda-beda.
Irawan memastikan pohon yang baru yang lebih seragam akan ditanam, tingginya antara 2,5-3 meter. Pilihan pohon pengganti meliputi asam Jawa dan yang angsana.
Menurut Irawan, kedua pohon ini memiliki keunggulan masing-masing. Asam Jawa kemudian dipilih karena identik dengan wilayah DIY dan akarnya cenderung tidak merusak.
“Beda dengan anjangsana. Pohon ini cepat tumbuh, tapi akarnya bisa merusak jalan,” katanya.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tambahan Tol Jogja-Bawen Kelar, Konsultasi Publik Dijadwalkan Bulan Depan
Salah seorang warga di Kalurahan Piyaman, Wonosari, Anjar Ardityo menyayangkan pemotongan ratusan pohon di sepanjang jalan dari Bundaran Siyono sampai Kranon. Ia menilai, lokasi yang ada saat ini sudah sangat rindang dengan pepohonan tersebut.
“Ya kalau dipotong tentunya jalan akan lebih panas karena tidak ada pohon perindangnya lagi,” katanya.
Anjar meminta pemkab dapat konsisten mengganti pohon yang ditebang tersebut. “Ya kalau ada penggantinya jangan yang kecil karena tumbuhnya bisa lebih lama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 19 September 2026 dari Stasiun Palur ke Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan tiap stasiun.
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.