BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Harga beras di pasaran merangkak naik, tetapi daya beli masyarakat pada komoditas ini di salah satu lapak pedagang di Pasar Kranggan tetap berjalan normal, Rabu (7/11). /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP), mengklaim ketersediaan bahan pokok maupun harganya di pasaran cenderung aman menjelang Ramadan ini. Karena itu, Pemkab meminta masyarakat untuk tidak panik dan tidak memborong bahan pokok yang akan mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok.
“Persiapan Ramadan ada beberapa hal kami sampaikan persiapan secara umum kondisi bahan pokok di Bantul secara umum dari aspek harga stabil, dan dari aspek ketersediaan bahan pokok juga masih cukup. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Sekretaris DKUKMPP Bantul, Husin Bahri, Minggu (12/3/2023).
BACA JUGA : Operasi Pasar di Jogja, Tiap Kecamatan Digelontor 4 Ton Beras
Husin tidak merinci jumlah ketesediaan bahan pokok maupun harganya. Akan tetapi ada 12 jenis bahan pokok dari 27 jenis bahan pokok yang mempengaruhi inflasi, di antaranya beras, telur, daging, gula, dan minyak. Sejauh ini diakuinya dari hasil pantauannya di minggu pertama Maret di sejumlah pasar rakyat, ke-12 jenis harga bahan pokok cenderung stabil, bahkan ada beberapa bahan pokok yang harganya mengalami penurunan, seperti beras dan cabai.
Hal tersebut berbeda dengan kondisi pada Janurai dan Februari lalu yang harganya cukup tinggi. Beberapa faktor stabilnya harga bahan pokok karena saat ini sudah mulai produksi seperti beras sudah panen raya. Demikian juga minyak goreng yang sempat langka di Februari lalu saat ini ketersediaan sudah cukup dan harganya juga diklaim sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 untuk satu liter Minyakita.
Kondisi tersebut tidak lepas dari adanya operasi pasar yang gencar dilakukan baik oleh Pemkab, Pemda DIY, dan Pemerintah Pusat. Menurutnya operasi pasar merupakan salah satu langkah efektif untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran. Selain itu, untuk memperkuat informasi harga ke masyarakat, DKUKMPP juga akan merilis harga bahan pokok terkini dari hasil pantauannya melalui laman DKUKMPP.
BACA JUGA : Operasi Pasar di Bantul Diklaim Sukses Turunkan Harga
“Jadi menghadapi Ramadan insyaallah kondisi bahan pokok stabil dan aman. selama tidak ada punic buying dan penimbunan,” tandasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyatakan produksi sejumlah komoditas hasil pertanian di Bantul cukup tinggi seperti beras, bawang merah, dan cabai. Sehingga ia memastikan pada bulan puasa hingga hari raya Idulfitri nanti komoditas hasil pertanian akan cukup ketersediaannya.
“Untuk beras, bawang merah, dan cabai insyaallah aman, bahkan khusus bawang merah kami tiap bulan bisa panen,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 dari Palur tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Pemda DIY berencana membuka Konsulat Kehormatan Meksiko di Royal Ambarrukmo untuk memperkuat kerja sama pendidikan, seni, dan budaya.
Dua tahun Prabowo-Gibran, pariwisata Indonesia makin merata. Kunjungan wisatawan tumbuh di Danau Toba, Manado-Likupang, dan desa wisata.
Dinhub Banyumas menertibkan parkir berbayar di minimarket berjaringan setelah menerima aduan warga. Kebijakan parkir gratis berlaku sejak 1 Oktober 2026.