Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Ilustrasi beras Bulog./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mengklaim kegiatan operasi pasar beras yang digelar sejak akhir Februari hingga akhir pekan pertama Maret 2023 ini sukses menurunkan harga beras di pasaran.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Pengendalian Barang Pokok dan Penting, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani mengatakan operasi pasar beras yang dilakukannya bersama mitra Bulog telah selesai pada Senin (6/3/2023) lalu. Hasilnya, kata dia, ada penurunan harga beras baik beras jenis premium maupun medium.
“Hasil pantauan kami di sejumlah pasar sejak akhir Februari hingga awal Maret ada penurunan harga beras kisaran Rp100-300. Seperti minggu pertama Maret ini beras jenis premium Rp12.400, turun dari sebelumnya Rp12.700. Untuk beras jenis medium dari Rp11.550 ke Rp11.450,” katanya, saat ditemui Kamis (9/3/2023).
BACA JUGA : 4 Ton Beras Digelontorkan dalam Operasi Pasar di Kota Jogja
Perempuan yang akrab disapa Nani ini mengatakan operasi pasar beras dilakukan di sejumlah kalurahan atau tidak dilakukan di pasar dengan harapan dapat memudahkan akses masyarakat untuk membelinya. Awalnya operasi beras hanya menyasar sembilan kalurahan.
Sembilan kalurahan yang disasar operasi beras, yakni Trimurti dan Poncocari (Kapanewon Srandakan); Caturharjo, Triharjo, Gilangharjo, dan Wijirejo (Pandak); Pabapang (Bantul); Sumbermulyo (Bambanglipuro); Banguntapan (Banguntapan).
Kemudian pada awal Maret dilanjutkan dengan menyasar enam kalurahan rawan pangan, yakni Kalurahan Jatimulyo (Kapanewon Dlingo), Kalurahan Girirejo (Imogiri), Kalurahan Karangtengah (Imogiri), Kalurahan Seloharjo (Pundong), Kalurahan Wonolelo (Pleret), dan Kalurahan Dlingo (Dlingo).
Masing-masing kalurahan digelontor dua ton beras. Namun faktanya bisa lebih dari itu, “Karena setiap kalurahan beda-beda. Ada yang kurang kemudian distributor kembali menambah stok beras, namun ada juga yang tidak terserap semua,” ujarnya.
BACA JUGA : Tak Hanya Beras, Operasi Pasar di Gunungkidul
Lebih lanjut Nani mengatakan selain karena adanya operasi pasar beras, harga beras turun di pasaran karena Maret ini sudah mulai musim panen. “Awal Maret sudah mulai panen raya padi di beberapa daerah. Semoga harganya terus mengalami penurunan terutama dalam menghadapi puasa sampai lebaran Idulfitri nanti,” ucapnya.
Menurutnya, selain beras, ada juga sejumlah kebutuhan pokok lainnya yang mengalami penurunan, salah satunya cabai. Dari pantauan akhir Februari ke awal Maret cabai merah kriting turun dari Rp45,000 per kilogram menjadi Rp32.000 per kilogram. Demikian cabai rawit merah juga turun dari Rp59.000 menjadi 54.000. Penurunannya cukup lumayan.
Namun ada juga bahan pokok yang naik, seperti bawang putih. Bawang putih cincau Rp27.300 per kilogram naik menjadi Rp27.750. bawang putih jenis kating Rp30.900 menjadi Rp31.600 per kilogram. Pihaknya tidak bisa menjelaskan faktor kenaikan harga bawang putih karena hampir sebagian besar impor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Menlu RI kecam Israel usai cegat kapal kemanusiaan, 9 WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.