PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Warga menghalai sinar Matahari yang menyinari muka saat Matahari bersinar terik di musim kemarau./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi memperkirakan hujan akan kembali mengguyur Jogja dan sekitarnya di wilayah DIY, setelah 15 Maret 2023.
BACA JUGA: BMKG: Panas di Jateng Tak Ada Hubungan dengan Erupsi Gunung Merapi
Belakangan ini cuaca DIY sangat panas meski masih musim hujan. Salah satu penyebab berkurangnya intensitas hujan di wilayah DIY adalah karena adanya pola tekanan rendah di Utara Papua. Alhasil, ini menyebabkan pola konvergensi bergeser ke perairan Utara Jawa, sehingga mengurangi massa uap air hujan di wilayah DIY.
"Untuk wilayah DIY potensi hujan akan kembali terjadi setelah di atas tanggal 15 [Maret] dengan intensitas ringan hingga sedang," katanya kepada harianjogja.com, Senin (13/3/2023).
Potensi hujan terjadi pada siang hingga sore, serta menjelang malam hari. Khususnya di wilayah Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Menurutnya peningkatan curah hujan pada 15 Maret 2023 akan merata di seluruh wilayah DIY.
BACA JUGA: Abu Merapi Tidak Turun di Jogja dan Malah Menyebar ke Magelang Hingga Wonosobo, Ini Penyebabnya
Masyarakat perlu waspada pada Maret hingga Mei 2023 karena wilayah Jawa, khususnya DIY, akan memasuki masa pancaroba atau peralihan. Di masa pancaroba ini, potensi cuaca ekstrem sangat besar.
"BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memperkirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan sedang-lebat disertai kilat atau petir, angin kencang, hujan es, dan angin puting beliung dapat terjadi pada masa peralihan ini," ucapnya.
Romadi menegaskan kondisi panas beberapa hari ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Merapi.
"Cuaca terik dipengaruhi oleh kelembaban perlapisan 700 milibar sampai dengan 500 milibar. Ini sangat kering hingga mencapai 30 persen, sehingga sinar Matahari langsung menembus permukaan bumi. Sampai di permukaan Bumi, sinar Matahari kembali dipantulkan kembali ke atmosfer," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.