Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Titik pengambilan sampel tanah di depan area parkir Museum Jogja Kembali, Senin (13/3/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Tol Jogja Solo di Ring Road Utara akan dibuat melayang. Tanah dari Monumen Jogja Kembali atau Monjali ke barat akan diteliti sebagai bagian dari proses konstruksi.
Pengelola Tol Jogja Solo, PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), saat ini tengah mengambil sampel tanah di wilayah Mlati, Sleman. Pejabat Humas PT JMM, Rahmat, menjelaskan sampel tanah yang diambil berada di sepanjang 500 meter, mulai dari depan area parkir Monumen Jogja Kembali atau Monjali ke arah barat hingga timur Westlake. "Yang diambil tanah di trotoar, tengah jalan," ujarnya, Senin (13/3/2023).
Sampel tanah yang diambil akan dikirimkan ke laboratorium untuk diteliti kelenturan dan kepadatannya. "Karena di atasnya akan dibuat Tol Jogja Solo secara elevated [melayang], akan dibuat tiang panjang," katanya.
Sampel tanah diambil menggunakan alat bor tanah. Untuk sementara, sampel di wilayah DIY yang diambil hanya di Monjali sampai Westlake. Lokasi ini merupakan bagian dari Seksi 2 Tol Jogja Solo dan statusnya belum dibebaskan.
BACA JUGA: Terbaru, Ini Tahapan Lengkap Proyek Tol Jogja Solo dan Jogja Bawen dan Progresnya
Sementara, Tol Jogja Solo Seksi 2 akan dibuat melayang di sepanjang Ring Road dari Maguwoharjo sampai timur Westlake. Sementara, Tol Jogja Solo Seksi 3 atau dikenal dengan Tol Jogja Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga sebagian akan dibangun melayang melewati Ring Road.
Pengambilan sampel tanah dari Monjali ke barat berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Maret hingga 8 April 2023. "Pengerjaan dilakukan malam hari supaya tidak macet. Kalau siang mengganggu lalu lintas," katanya.
Hingga saat ini, progres pembebasan lahan Tol Jogja Solo wilayah DIY yang terbagi ke dalam tiga seksi sudah sebesar 15%. "Meliputi Purwomartani, Bokoharjo, Selomartani, Tirtomartani," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.