Advertisement
Sempat Menolak, Warga Nglarang Akhirnya Sepakati Ganti Rugi Tol Jogja Solo, 1 Meter Dihargai Rp4 Juta

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Ngalarang, Kalurahan Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, akhirnya menyepakati ganti rugi Tol Jogja Solo. Sejumlah lahan dihargai Rp4 juta per meter persegi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan Tol Jogja Solo, Dian Ardiyansyah, mengatakan pembebasan lahan di wilayah Nglarang, Tlogoadi, Mlati, yang sempat alot karena warga tidak sepakat dengan nilai uang ganti rugi yang ditetapkan tim penaksir atau appraisal sudah bisa diselesaikan. “Warga sudah sepakat,” katanya, Minggu (12/3/2023).
Advertisement
Warga Nglarang, Sigit Maryadi, menjelaskan kesepakatan antara tim persiapan pembebasan lahan Tol Jogja Solo dan warga tercapai pada Februari lalu, beberapa pekan setelah musyawarah pertama.
BACA JUGA: Pengumuman! Hati-Hati Ada Penyelidikan Tanah di Ring Road Utara untuk Jalan Tol Jogja Solo
Warga menyepakati nilai ganti rugi setelah tim appraisal menyurvei ulang lahan warga dan menaikkan nilai ganti rugi dari yang telah ditentukan sebelumnya. Kenaikan ganti rugi tersebut bervariasi, mulai dari Rp335.000 hingga Rp735.000 per meter.
Di lahannya sendiri, kenaikan nilai ganti rugi mencapai lebih dari Rp700.000, dari yang sebelumnya Rp3,3 juta menjadi Rp4 juta per meter persegi. “Petugas melakukan survei ulang, menghitung spesifikasi tanah, sehingga didapatkan nilai itu,” kata dia.
Dari 94 bidang lahan terdampak di Nglarang yang sebelumnya minta kenaikan nilai ganti rugi untuk Tol Jogja Solo, ia memperkirakan ada sekitar 90% yang nilainya dinaikkan. Meski demikian ia belum mengetahui jadwal pembayaran ganti rugi tersebut. “Belum ada info,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement