Advertisement
Sempat Buron, Penjual Miras Oplosan yang Bikin 3 Orang Meninggal Dunia Akhirnya Ditangkap

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Jajaran Polres Bantul membekuk AM alias Babon, 27, warga Kapanewon Jetis, lantaran menjual minuman keras (miras) oplosan hingga menyebabkan tiga orang rekannya sendiri meninggal dunia pada Oktober 2022 silam.
Tersangka sempat berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan kemudian ditangkap di Tangerang, Banten pada 12 Maret lalu. "Waktu insiden korban meninggal dunia itu sebenarnya keterangan saksi sudah mengarah kepada Babon sebagai tersangka, tetapi karena kekurangan barang bukti statusnya masih saksi dan dia kabur," kata Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jefri, Rabu (15/3/2023).
Advertisement
Jefri menyebut, Babon telah menjual miras oplosan sejak Juli-tahun lalu. Dia mengoplos minuman itu di kediamannya sendiri dengan menggunakan bahan baku yang diperoleh dari pasar daring. Di antaranya berupa alkohol murni 70%, minuman kemasan merek torpedo dan air mineral. Semua dicampur sesuai dengan takaran tertentu dan dijual secara daring.
"Dia belajar meracik miras dari video Youtube dan Facebook. Kalau kepada teman, dia jual Rp15.000 per satu botol plastik, sementara dengan orang lain Rp20.000," ucapnya.
BACA JUGA: Pesta Miras Oplosan, Dua Warga Bantul Tewas
Kanitreskrim Polsek Jetis, Zuwana menyebut ada empat orang yang menjadi korban akibat mengkonsumsi miras oplosan tersebut yakni MI, 23; DK, 24; dan IR, 49 yang sekarang telah meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya yakni K, 42, sempat dirawat selama lima hari di rumah sakit.
"Semuanya teman dekat dari tersangka. Kegiatan mengonsumsi miras itu lantaran di tempat korban ada hajatan lantas mereka pesta miras," katanya.
Polisi mendapati barang bukti yang dibuang tersangka juga diajukan ke penampungan barang bekas. Sisa miras oplosan yang ada di dalam jeriken tempat tersangka mengoplos sempat dites laboratorium dan diperoleh kandungan metanol.
Babon yang dihadirkan saat gelar perkara mengaku menyesal atas insiden tersebut. Dia juga tak tahu pasti apa penyebab sejumlah rekannya itu meninggal dunia akibat mengonsumsi miras oplosannya. Padahal, kata dia, takaran dan jenis yang dilakukan sama dengan minuman lain yang sudah dijualnya sejak Juli 2022 lalu tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Pembangunan Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Sebanyak 135 Lokasi pada 2026
Advertisement

Jembatan Kaca Seruni Point Perkuat Daya Tarik Wisata di Kawasan Bromo
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Jalan Alternatif Sleman-Gunungkidul Segmen B Segera Dimulai, Pagu Rp73 Miliar
- Luncurkan SPPG di Tridadi Sleman, Menko Muhaimin Ungkap Efek Berantai Bagi Masyarakat
- Produk UMKM Kota Jogja Diminati Peserta Munas VII APEKSI 2025
- Investasi di Sektor Utara Gunungkidul Bakal Digenjot
- Polisi Menangkap Tiga Pelaku Penganiayaan Ojol Pengantar Makanan di Pintu Masuk UGM
Advertisement